Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 16.1 ° C

HUT BPJS Kesehatan ke-51, Pimpinan dan Direksi Turun ke Kampung-Kampung

Muhammad Fikry Mauludy
DIREKTUR Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady (tengah), saat memaparkan layanan di hadapan peserta, di Aula SMKN 3 Bandung, Jumat, 12 Juli 2019. Pimpinan BPJS Kesehatan mengunjungi sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kecamatan Lengkong untuk merangkum aspirasi warga.*/DOK. HUMAS BPJS KESEHATAN
DIREKTUR Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady (tengah), saat memaparkan layanan di hadapan peserta, di Aula SMKN 3 Bandung, Jumat, 12 Juli 2019. Pimpinan BPJS Kesehatan mengunjungi sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kecamatan Lengkong untuk merangkum aspirasi warga.*/DOK. HUMAS BPJS KESEHATAN

BANDUNG, (PR).- Pimpinan BPJS Kesehatan mengunjungi sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kecamatan Lengkong untuk merangkum aspirasi warga. Kunjungan dengan turun ke kampung-kampung itu dilakukan serentak di bagian Indonesia lainnya karena menjadi gelaran khusus dalam memperingati HUT ke-51 BPJS Kesehatan.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady mengatakan, kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi. Kondisi demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya juga berbeda.

“Kita lihat pelayanan di kampung-kampung. Bagaimana mereka mendapatkan layanan, informasi, dan apakah mereka tahu hak dan kewajibannya. Kami ingin memastikan peserta tahu hak dan kewajibannya, juga pelayanan ke masyarakat berjalan lancar,” tutur Maya, di Kecamatan Lengkong, Jumat, 12 Juli 2019.

Jajaran direksi dan senior leaders BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah perkampungan, di berbagai wilayah di Indonesia. Selain untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS, kunjungan tersebut juga dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

“Oleh karena itu, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya ke masyarakat tingkat kelurahan hingga ke RT. Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ujar Maya.

Di Bandung, pimpinan BPJS Kesehatan menengok sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kecamatan Lengkong, untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

Selain itu, para petinggi BPJS Kesehatan juga menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Perlengkapan olah raga merupakan simbol dukungan BPJS Kesehatan pada gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.

“Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan. Salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri,” ucap Maya.

Ia menambahkan, dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk masyarakat. Apalagi saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

Saat ini, jaminan kesehatan bagi warga miskin dan tidak mampu melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Jawa Barat yang disokong APBN tercatat ada 13 juta peserta, sementara dari APBD Provinsi Jawa Barat mendukung 2.5 juta peserta. Adapun PBI BPJS Kesehatan di Kota Bandung yang disokong APBN sebanyak 519 ribu peserta, sementara dari APBD Kota Bandung mencapai 450 ribu peserta.

Dengan total kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 2.4 juta, Kota Bandung telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), karena 99 persen penduduk Kota Bandung yang terlindungi JKN-KIS. Oleh karena itu, Maya pun mengingatkan kembali makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan Program JKN-KIS.

“Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal,” katanya.***

Bagikan: