Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Blanko KTP Elektronik di Cimahi Habis, Pemohon Dibekali Surat Keterangan

Ririn Nur Febriani
ANTRIAN pembuatan KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Kamis, 11 Juli 2019.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
ANTRIAN pembuatan KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Kamis, 11 Juli 2019.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi saat ini tengah kosong. Hal itu membuat pelayanan pencetakan KTP-el bagi warga Kota Cimahi terhenti, sehingga difasilitasi Surat Keterangan (Suket) untuk kebutuhan sementara.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi Ade Hindasyah membenarkan hal tersebut.

"Untuk sementara belum bisa mencetak KTP-El sejak Selasa, 9 Juli 2019," ujarnya, Kamis, 11 Juli 2019.

Dengan kondisi blanko habis, pencetakan seluruh pemohon, baik pemula maupun mengganti kerusakan, hilang dan pindah domisili ditunda sampai kiriman blanko dari pemerintah pusat datang. Menurut informasi yang didapat, blanko kemungkinan baru dikirim pekan depan. 

"Pengadaannya dari pusat, kemungkinan informasinya sekitar pekan depan. Kebutuhan blanko KTP-el di Kota Cimahi mencapai 20.000 keping hingga akhir tahun, kita sudah mengajukan mudah-mudahan dapat," katanya.

Hingga saat ini, daftar tunggu KTP-el yang siap dicetak atau Print Ready Record (PRR) di Kota Cimahi mencapai 10.000 lebih. Jumlah itu terdiri dari 60% pemohon KTP yang mengganti elemen, rusak, hilang dan pindahan. Sisanya adalah pemohon baru KTP-el.

"Kapasitas pencetakan mencapai 300-500 keping per hari," ucap Ade. 

Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Disdukcapil Kota Cimahi menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti sementara KTP-el. Bagi masyarakat yang membutuhkan Suket dapat datang langsung ke bagian pelayanan.

"Kalau membutuhkan silahkan langsung ke dinas. KTP-el untuk sementara diganti suket, bisa digunakan," ucapnya.

Sesuai ketentuan, suket bisa digunakan masyarakat untuk mengurus berbagai keperluan administrasi termasuk urusan perbankan dan imigrasi. "Kami memfasilitasi penerbitan suket untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang KTP-el-nya belum tercetak. Kemudian setelah blanko habis, pemohon Suket pun meningkat. Rata-rata ada 200 pemohon dalam sehari," tuturnya.***

Bagikan: