Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah, 22 ° C

Bayar Pajak di Samsat Rancaekek, Lebih Mudah dan Cepat

Tim Pikiran Rakyat
SAMSAT Rancaekek melaksanakan sosialisasi Samsat J'bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) di Aula Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Kamis 11 Juli 2019.*/ENGKOS KOSASIH/PR
SAMSAT Rancaekek melaksanakan sosialisasi Samsat J'bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) di Aula Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Kamis 11 Juli 2019.*/ENGKOS KOSASIH/PR

SOREANG, (PR).- Samsat Rancaekek melaksanakan sosialisasi Samsat J'bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) di Aula Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Kamis 11 Juli 2019. Pada sosialisasi itu diketahui, di Majalaya sebanyak 5.631 kendaraan roda dua dan 352 kendaraan roda empat diketahui belum melaksanakan daftar ulang atau pembayaran pajak tahun ini. 

Kasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Drs. Hadur Suhendar mengatakan, ada dua Kantor Samsat di Kabupaten Bandung, yaitu Kantor Bandung  Rancaekek dan Soreang. 

"Kantor Bandung Rancaekek (Wilayah Kerja Samsat Rancaekek) meliputi 15 kecamatan di Kabupaten Bandung, mulai dari Kecamatan Cimenyan, Ibun, Kertasari, Bojongsoang dan kecamatan lainnya. Dan Samsat Soreang meliputi 16 kecamatan di Kabupaten Bandung, tetapi Samsat Rancaekek tetap induknya," kata Hadur. 

Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam pembayaran pajak, imbuh Hadur, pemerintah sudah melaksanakan berbagai inovasi. Di antaranya Samsat keliling, sebagai upaya jemput bola dalam upaya memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan tepat. Bahkan pelayanan e-Samsat pun sudah diluncurkan, selain pembayaran bisa melalui sejumlah bank, di antaranya bank bjb. Selain itu, pembayaran pajak bisa dilaksanakan di minimarket, dan perusahaan online. Untuk memudahkan pelayanan pajak dengan memfasilitasi mobil bebas bergerak (minibus). 

"Inovasi lainnya, Samsat masuk desa (Samades), dan terakhir Samsat J'bret. Lebih cepat dan ngabret pisan. Jangan sampai wajib pajak menunggu, dengan inovasi ini lebih mudah," katanya.

Hadur mengatakan, masyarakat wajib pajak yang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor di bank, minimarket maupun perusahaan online, dengan bukti struk pembayaran tersebut bisa disahkan di Samsat. 

"Ini hanya untuk  pembayaran pajak tahunan. Sedangkan untuk mutasi dan buku balik nama harus di Samsat induk untuk mempermudah wajib pajak," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.

Tidak sulit

Sementara itu, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Wilayah Kabupaten Bandung Rancaekek Benny Bunyamin menyatakan, melalui berbagai inovasi layanan Samsat Jawa Barat tahun 2019 ini untuk menuju juara lahir bathin. 

"Samsat J'bret, pembayaran pajak kendaraan bermotor merupakan bagian inovasi untuk memberikan layanan kepada masyarakat tidak lagi sulit membayar pajak kendaraan," harap Benny. 

Ia mengatakan, inovasi ini diharapkan suatu pilihan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan. "Dengan harapan, pembayaran pajak kendaraan lebih dekat kepada masyarakat yang akan melaksanakan kewajibannya membayar pajak. Banyak alternatif dan pilihan," katanya.

Benny mengatakan, dengan adanya inovasi dalam pembayaran pajak kendaraan itu, untuk memudahkan dan membahagiakan masyarakat. Ia pun menyebutkan, di wilayah Samsat Rancaekek sebanyak 531.000 kendaraan yang tercatat. "26 persen masuk kategori tak melaksanakan daftar ulang. Majalaya juga cukup besar, kenapa kami coba mendekatkan ke masyarakat Majalaya untuk melakukan sosialisasi. Di Majalaya, dalam catatan sebanyak 5631 roda dua belum melaksnaalan pembayaran pajak, dan 352 kendaraan roda empat.  Kami coba dekatkan kepada masyarakat dalam pelayanan pembayaran pajak kendaaan," jelasnya.

Pihaknya berusaha untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin menyelesaikan kewajibannya. "Dengan melihat Samsat keliling, warga yang belum bayar pajak bisa tergerak untuk melaksanakan kewajibannya," harapnya. 

Camat Majalaya Drs. Ika Nugraha mengatakan, pemerintah banyak melaksanakan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya pembayaran pajak kendaraan. "Pembayaran pajak semakin hari semakin dipermudah. Sebelumnya, susah. Dan saat ini ada mobil keliling (Samsat keliling) dan inovasi lain," ungkapnya.

Ia mengatakan, Samsat J'bret di wilayah Majalaya dalam seminggu memberikan pelayanan empat kali, sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara pada sektor pajak kendaraan.  "Saat ini, ada sharring antara provinsi dan kabupaten, dan 30 persen dari pembayaran pajak kembali ke kita. Ini pendapatan untuk menambah PAD provinsi maupun kabupaten. Apalagi kalau pajak bumi dan bangunannya (PBB) bagus," katanya. 

Untuk itu, imbuh Ika, pembayaran PBB--nya untuk dioptimalkan lagi. Mengingat pendapatan PBB full masuk ke kabupaten. "Potensi PBB sangat beaar. Pendapatan PBB besar, bantuan ke desa akan besar lagi," harapnya.***

Bagikan: