Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Uluran Kepedulian Pembaca PR Dukung Kesembuhan Rifki

Ririn Nur Febriani
Rifki Mulyanudin (11) ditemani sang ibunda menerima bantuan dari sumbangan pembaca Pikiran Rakyat. Rifki lumpuh akibat penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS).*/RIRIN N.F/PR
Rifki Mulyanudin (11) ditemani sang ibunda menerima bantuan dari sumbangan pembaca Pikiran Rakyat. Rifki lumpuh akibat penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS).*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Tubuh Rifki Mulyanudin (11) yang lumpuh akibat penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS) membuat anak laki-laki tersebut tak bisa banyak beraktifitas. Kini dia mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan untuk mendukung kesembuhannya.

Pada Kamis, 11 Juli 2019, "PR" menyambangi kediaman Rifki di Kp. Bobojong RT 6 RW 15 Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi untuk menyampaikan sumbangan. Pembaca Pikiran Rakyat atas nama Pak Mulyadi dari Jalan Kopo menitipkan sumbangan untuk Rifki melalui kantor Pikiran Rakyat Jalan Asia Afrika Kota Bandung.

Amplop berisi uang sumbangan dan tanda terima dibuka langsung oleh Rifki, dia pun terlihat senang.

Ibu Rifki, Herna Purnamasari (33), mengatakan berterima kasih kepada pembaca PR yang telah meluangkan rejeki untuk anaknya. "Mudah-mudahan sedekah yang diterima bisa bermanfaat untuk Rifki dan dibalas oleh Allah SWT serta diganti rejeki yang lebih besar," ujarnya.

Keluarga pun berterima kasih atas pemberitaan dari Pikiran Rakyat sehingga mendapat banyak perhatian untuk mendukung kesembuhan Rifki. "Mudah-mudahan Pikiran Rakyat selalu jaya," katanya.

Menurut Herna, berita mengenai sakit yang dialami Rifki bisa membuat kediamannya didatangi Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna. "Alhamdulillah bisa langsung didatangi Pak Wali Kota sehingga beliau tahu sendiri kondisi anak saya," ucapnya.

Rifki pun kini memiliki kursi roda. "Ada kiriman kursi roda diantarkan langsung oleh Lurah Cipageran. Alhamdulillah sekarang bisa dipakai untuk kontrol ke rumah sakit, biasanya suka enggak kebagian karena kan terbatas juga. Kalau punya sendiri dia tidak harus dipangku atau duduk di kursi biasa karena bisa sakit," katanya.

Rifki juga sudah menjalani tes darah ke RS Mitra Kasih atas rujukan puskesmas. "Sudah tes darah, disarankan rutin fisioterapi juga. Memang sih katanya baiknya dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung karena peralatan dan tenaga dokter lengkap disana," tuturnya.

Meski dinyatakan menderita GBS, namun keluarga belum meyakini. "Kurang tahu juga ya. Sebab, l kelas 3 kan pernah mengalami sakit setelah disuntik imunisasi Rubella. Waktu itu sakitnya juga aneh, lumpuh sebelah dan di bagian punggung muncul seperti cacar air yang lama-lama berubah jadi darah," ujar ayah Rifki, Dede Hidayat (40).

Saat dibawa ke rumah sakit,  sempat ditawari pengobatan dengan suntikan yang harganya mencapai sekitar Rp 20 juta. "Uang dari mana, ya kami tidak sanggupi. Enggak tahu juga suntikan apa," katanya.

Menjelang tahun ajaran 2019/2020, Rifki masih akan menghabiskan hari-harinya di rumah sampai pulih. Untuk memaksakan sekolah tak dimungkinkan melihat kondisi tubuhnya.

Menurut Dede, pihak sekolah sempat mengatakan jika 2 tahun tidak masuk maka bakal dicoret. Terakhir, Rifki duduk di bangku kelas 5 SD. "Setahun kemarin kan sudah enggak sekolah, kalau tahun sekarang enggak masuk lagi katanya bakal dicoret. Ya mau bagaimana lagi," katanya.

Jika dipaksakan bersekolah, Rifki harus menggunakan kursi roda. Termasuk, membawa selang kateter dan kantung air kencing kemanapun pergi.

"Masuk kelas 5 lagi, ditambah dengan kondisinya seperti ini. Takut dibully juga, maklum anak jaman sekarang. Saya lebih khawatir soal itu, nanti anak saya minder," ucapnya.

Dia berupaya tetap mengajak Rifki untuk belajar di rumah. Harapannya, setelah sembuh dia bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.

"Sekarang fokus penyembuhan dulu. Sambil belajar seadanya di rumah, suatu saat nanti sembuh bisa sekolah lagi atau ikut ujian persamaan," katanya.

Rifki mengaku senang mendapat banyak perhatian saat ini. "Terima kasih banyak yang bantu. Saya pengen sembuh, pengen sekolah lagi," tuturnya.***

Bagikan: