Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Saluran Siluman, Tempat Pabrik Buang Limbah ke Citarum

Ririn Nur Febriani
BANTARAN Sungai Citarum.*/DOK. PR
BANTARAN Sungai Citarum.*/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Meski Program Citarum Harum tengah digalakkan, namun masih ditemukan pabrik yang membuang limbah tanpa pengolahan di Kota Cimahi. Pabrik tersebut diduga membuat saluran pembuangan air limbah secara sembunyi sehingga secara kasat mata tidak langsung terlihat.

Hal itu menjadi temuan Satuan Tugas (Satgas) Citarum sektor 21.  "Penemuan pabrik yang membuat saluran pembuangan air limbah secara tersembunyi itu diketahui dari hasil patroli. Pihak pabrik kedapatan membuang limbah kotor melalui pembuangan yang tidak sesuai dengan titik koordinat yang sudah ditentukan oleh Dinas Lingkungan Hidup," ujar Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Kamis 11 Juli 2019.

Lokasi pabrik yaitu di Jalan Cibaligo Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Saluran yang biasa disebut saluran siluman dibuat karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada tidak berfungsi secara maksimal. Sehingga limbahnya langsung dibuang ke aliran sungai Citarum melalui saluran tersembunyi.

"Saluran itu langsung kami tutup dengan cara dicor permanen. Kami tidak akan beri izin pembukaan sehingga pabrik harus membuat saluran sesuai aturan," katanya.

Limbah yang dibuang melalui saluran pembuangan tersembunyi tersebut diduga merupakan limbah yang belum diolah. Hal itu bisa mencemari aliran sungai Citarum karena limbahnya dibuang secara langsung.

"Saluran berada di belakang pabrik dan air dibuang langsung ke saluran di bawah pabrik dan bakal mengalir ke Citarum," ucapnya.

Berdasarakan hasil pengecekan, limbah yang dibuang melalui saluran siluman itu, kata Yusep, berwarna cokelat, panas dan berbau. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan DLH Kota Cimahi untuk memberikan peringatan.

"Untuk sanksi harus dilakukan DLH Kota Cimahi, harusnya langsung ditindaklanjuti," katanya.

DLH akan lakukan verifikasi

Ketika dikonfirmasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi akan melakukan verifikasi terkait temuan pabrik tekstil yang pengelolanya membuat saluran pembuangan air limbah secara tersembunyi atau ilegal.

Kepala DLH Kota Cimahi Mochamad Ronny mengatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan pabrik. Terutama dilakukan dengan cara uji laboratorium mengecek baku mutu limbah cair yang dibuang.

Sedikitnya 16 perusahaan di Kota Cimahi diberikan sanksi administrasi pada tahun 2019. "Sanksi diberikan karena ada pelanggaran terkait pengelolaan limbah," ucapnya.

Sebelum sanksi diberikan, pihaknya mengutamakan pembinaan agar timbul kesadaran perusahaan memperbaiki sistem pengelolaan limbah.

"Sanksinya berupa administratif atau tertulis, perusahaan kita tegur dulu. Setelah itu pelanggarannya harus diperbaiki sesuai aturan. Kalau tidak, sanksi lebih berat hingga cabut izin operasional," katanya.

Selain itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi temuan pabrik yang membuat saluran pembuangan limbah secara ilegal karena limbahnya bisa mencemari aliran anak Sungai Citarum.***

Bagikan: