Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 20.3 ° C

Reaktivasi Jalur Kereta Api Rancaekek-Tanjungsari Akan Didorong untuk Pembangunan Jalur Sampai Bandara Kertajati

Dewiyatini
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Rektivasi jalur kereta api diperlukan untuk menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi sehingga akan menurunkan tingkat kemacetan. Reaktivasi yang terutama harus direalisasikan adalah jalur kereta api Rancaekek-Tanjungsari.

“Ini akan memudahkan aksesibiitas menuju bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati,” ujar Ketua Pansus VII DPRD Jabar, Herlas Juniar, pada Rabu, 10 Juli 2019.

Rencananya, jalur kereta api yang akan diaktivasi pada rute Rancaekek-Tanjungsari mencapai panjang 11,5 km. Reaktivasi itu rencananya akan dilakukan pada 2022-2023.

"Reaktivasi ini akan mengurai kemacetan, terutama di kawasan Jatinangor," katanya. Selain itu, reaktivasi juga akan mengaktifkan kembali dua stasiun, yakni stasiun Jatinangor dan stasiun Tanjungsari, serta pengembangan Stasiun Rancaekek.

Diakui Herlas, pihaknya telah meninjau lokasi stasiun di Jatinangor. Area itu memang sudah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk serta kantor instansi. "Mungkin dalam waktu dekat akan ada relokasi," ucapnya.

Herlas menekankan, setelah masuk draf raperda perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029, selain reaktivasi jalur Rancaekek-Tanjungsari, pemerintah juga didorong untuk membangun jalur selanjutnya. Jalur kereta itu adalah rute menuju Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati.

"Existing-nya, kan dari Rancaekek ke Tanjungsari, dari sananya kita bangun rel baru. Trase ini akan kita dorong sampai Bandara Internasional Kertajati bahkan hingga Cirebon", kata Herlas.

WARGA melihat kereta api di Jalan Stasiun Timur, Kota Bandung, Kamis 18 Oktober 2018. Terdapat lahan seluas sekitar 66 hektare di 14 kelurahan di Kota Bandung yang harus dibebaskan akhir ta­hun 2018 ini demi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Salah satu tantangan terberat ada­lah lahan di 10 perumahan.*/DOK. PR

Dari empat jalur yang aka reaktivasi, dua di antaranya selesai tahun ini

Saat ini, sudah ada rencana untuk reaktivasi empat jalur rel kereta api di Jawa Barat. Itu dilakukan seiring dengan pembangunan infrastruktur transportasi di Jabar saat ini.

Pemprov Jabar dan PT Kereta Api Indonesia akan mereaktivasi empat jalur kereta api yaitu Bandung-Ciwidey, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan Cibatu-Garut. Tahun ini, kedua jalur reaktivasi tersebut ditargetkan akan selesai.

“Dengan dibukanya jalur reaktivasi jalur KA ini, akan banyak memberi manfaat kepada publik. Misalnya, masyarakat akan mempunyai alternatif lain dalam bertransportasi, serta meningkatkan potensi sektor pariwisata yang ada, meningkatkan konektivitas dan integrasi antarmoda. Dan, aset KA yang sudah mati dapat dimaksimalkan kembali," ucap Herlas.***

Bagikan: