Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Kampung Ternak, Rencana Pengembangan Wisata Baru di Bandung Barat

Hendro Susilo Husodo
ILUSTRASI.*/DOK. PR
ILUSTRASI.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna berencana mengintegrasikan pengembangan destinasi wisata dengan peternakan. Pasalnya, potensi hewan ternak di Kabupaten Bandung Barat yang cukup berkualitas dan beragam dianggap dapat menarik minat wisatawan.

"Hewan ternak seperti domba, kambing, sapi, kerbau, ayam, sampai binatang kesayangan bisa menjadi objek (wisata) juga. Ini sangat bagus, supaya objek wisata terintegrasi dengan peternakan," kata Aa Umbara seusai membuka kontes ternak di Lapangan Bola Burangrang, Cisarua, Senin, 8 Juli 2019.

Menurut dia, kegiatan seperti kontes ternak pun dapat menjadi salah satu agenda pariwisata. Melalui kontes ternak, hewan ternak berkualitas bakal terseleksi sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. "Hewan ternak pilihan dan kesayangan tentunya memiliki keunikan tersendiri. Bila dipamerkan, itu bakal menarik wisatawan," katanya.

Selain mengintegrasikan pariwisata dengan peternakan, lanjut dia, Pemkab Bandung Barat pun berencana membuat kampung ternak. Segala macam kegiatan terkait hewan ternak kelak akan diadakan di situ, sehingga wisatawan bisa sekaligus mengetahui aktivitas para peternak. 

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB Undang Husni Tamrin mengatakan, lahan yang dibutuhkan untuk kampung ternak ialah sekitar 5 hektare. Kampung ternak, kata dia, direncanakan bakal berada di lahan milik PTPN VIII, yang lokasi di antara Kecamatan Cikalongwetan dan Cisarua.

"Di kampung ternak bakal diketahui aktivitas peternakan mulai dari hulu sampai hilir. Untuk realisasinya, kami masih menunggu infrastruktur jalan. Jika sudah memadai, kampung ternak bisa segera dibangun. Kampung ternak ini juga bisa disebut dengan mini zoo hewan ternak dan kesayangan," katanya.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara saat membuka kontes ternak di Lapangan Bola Burangrang, Cisarua, Senin, 8 Juli 2019.*/HENDRO HUSODO/PR

Kontes ternak

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam kontes ternak tersebut turut diselenggatakan pesta patok, apresiasi peternak penggemar ayam pelung, serta pameran produk perikanan dan Peternakan. Adapun komoditas ternak yang dikonteskan ialah sapi perah, sapi potong, domba garut, kambing etawa, dan ayam pelung.

Undang menyebutkan, kontes ternak diikuti oleh ratusan peserta dari Bandung Barat dan sekitarnya. Tujuan dari kegiatan tersebut ialah untuk menggali potensi peternakan, mengapresiasi peternak sekaligus jadi ajang promosi. 
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat beternak di masyarakat. Kami juga ingin ada regenerasi peternak," katanya.

Sementara itu, dalam kontes ternak itu domba milik Rina Marlina asal Cikalongwetan menyabet juara 1 dan 2 untuk kategori Raja Petet. Satu domba lagi miliknya juga menyabet juara 2 kategori Raja Pejantan. "Saya menurunkan tujuh ekor domba dalam kontes ternak tahun ini. Alhamdulillah ada yang berhasil juara," katanya.

Setiap juara dari masing-masing kategori rencananya akan mewakili Kabupaten Bandung Barat pada Kontes Ternak Tingkat Jawa Barat ke-38, yang bakal digelar di Kabupaten Indramayu pafa 23-24 Juli 2019.***

Bagikan: