Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 26.2 ° C

Aa Umbara Merotasi Enam Pejabat Eselon II, Kekosongan Jabatan akan Diisi dengan Seleksi Terbuka

Hendro Susilo Husodo
*/DOK. HUMAS SETDA BANDUNG BARAT
*/DOK. HUMAS SETDA BANDUNG BARAT

NGAMPRAH, (PR).- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna merotasi enam pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Keenam pejabat tinggi pratama tersebut dilantik di sela apel pagi yang dihadiri sekitar 2.700 aparatur sipil negara (ASN), di Plasa Mekarsari, Ngamprah, Senin, 8 Juli 2019.

Dari enam pejabat yang dilantik, tiga di antaranya dirotasi untuk mengisi jabatan baru. Mereka ialah Asep Ilyas (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), Agus Maolana (Asisten Daerah III Administrasi Umum), dan Maman Sulaiman (Asisten Daerah II Perekonomian dan Pembangunan).

Sementara tiga pejabat yang lain dikukuhkan dari pelaksana tugas menjadi pejabat definitif. Ketiganya adalah Agustina Piryanti (Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah), Roni Rudyana (Sekertaris DPRD), dan Asep Wahyu (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitan dan Pengembangan Daerah).

Menurut Aa Umbara, pelantikan keenam pejabat eselon II tersebut merupakan hal yang lumrah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain untuk mengisi kekosongan jabatan, rotasi itu juga ditujukan untuk melakukan penyegaran.

"Pelantikan pejabat biasanya dilaksanakan di ruangan, tapi sekarang sengaja dilakukan di lapang sambil melaksanakan apel. Dengan demikian, semua ASN mengetahui siapa saja pejabat yang dilantik," kata Aa Umbara.

Selain itu, lanjut dia, pelantikan di sela apel juga bertujuan untuk melakukan efisiensi waktu. Proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang memerlukan waktu sekitar jam kali ini cukup menghabiskan sekitar 40 menit, termasuk dengan pelaksanaan apel.

Dalam melakukan pengisian jabatan ini, dia menjelaskan, pertimbangan didasarkan pada objektivitas, kompetensi, dan kualifikasi. Selain itu, pengisian jabatan juga harus mengacu pada aturan yang berlaku sebagai bentuk pembinaan manajemen dan karier pegawai negeri sipil. 

Aa Umbara menambahkan, dalam waktu dekat ini pun akan dilakukan seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan posisi jabatan tinggi pratama yang lain. Dia berharap, seluruh pejabat eselon III yang telah memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi itu. 

"Saya jamin seluruh mekanismenya dilakukan dengan profesional tanpa ada faktor like and dislike. Selama hasil seleksinya baik, kemudian memiliki kompetensi dan kualifikasi, kenapa tidak (diangkat jadi pejabat eselon II)," ucapnya.***

Bagikan: