Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 15.9 ° C

Wagub Usulkan Hari Anak Yatim Nasional

Novianti Nurulliah
WAGUB UU Ruzhanul Ulum (tengah) berfoto dengan peserta Olimpiade Mini Anak Yatim yang diselenggarakan Yayasan Ruang Sosial Bersama bekerja sama dengan D'Bardaks, di Gedung Sate, Bandung, Minggu 7 Juli  2019. */ ISTIMEWA
WAGUB UU Ruzhanul Ulum (tengah) berfoto dengan peserta Olimpiade Mini Anak Yatim yang diselenggarakan Yayasan Ruang Sosial Bersama bekerja sama dengan D'Bardaks, di Gedung Sate, Bandung, Minggu 7 Juli 2019. */ ISTIMEWA

BANDUNG, (PR). - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan ada Hari Anak Yatim Nasional. Ini sebagai bantuk kepedulian terhadap generasi muda tersebut. Ia mengharapkan, melalui penetapan ini, kian banyak pihak yang memerhatikan para yatim, bahkan hingga anak-anak ini bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Pernyataan ini disampaikan Uu saat membuka Olimpiade Mini Anak Yatim yang diselenggarakan Yayasan Ruang Sosial Bersama bekerja sama dengan D'Bardaks, di Gedung Sate, Bandung, Minggu 7 Juli  2019.

Kegiatan sosial ini menghadirkan 260 anak yatim dari sejumlah panti asuhan di Bandung untuk diikutsertakan dalam berbagai pertandingan olah raga dan permainan tradisional.

Uu menjelaskan, anak yatim memiliki kedudukan yang terhormat seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dalam kesehariannya, Rasulullah sangat mencintai dan memuliakan anak yang sudah tidak memiliki ayah tersebut.

"Membahagiakan anak yatim pahalanya besar sekali. Anak yatim adalah orang terhormat, karena Rasul pun menghormati anak yatim," kata Uu seperti yang dikutip dari rilis Yayasan Ruang Sosial Bersama dengan D'Bardaks.

Tanpa mengecilkan peran pemerintah saat ini, kata dia, penetapan Hari Anak Yatim Nasional merupakan bentuk nyata penghormatan negara kepada anak bangsa tersebut.

"Hari ibu ada, hari santri juga ada. Makanya kami mendorong pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Pak Jokowi agar ada Hari Anak Yatim Nasional sebagai bentuk penghormatan kita kepada mereka, bentuk penghormatan negara kepada mereka," ujarnya.

Uu pun memastikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi perhatian khusus kepada anak yatim terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Biro Pelayanan Sosial Provinsi Jawa Barat telah bekerja sama dengan Baznas Jawa Barat untuk menjamin pelayanan tersebut agar mereka pun memiliki masa depan gemilang.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)-Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Yanto Mulya Pibiwanto menilai, kepedulian pemerintah terhadap anak yatim harus ditingkatkan lagi. Sebagai contoh, dalam peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, menurutnya anak yatim sama sekali tidak dilibatkan dalam segala hal.

"Anak yatim juga kan anak bangsa, penerus bangsa," katanya.

Menurut dia, dalam peringatan Hari Anak Nasional pemerintah selalu menggandeng anak-anak yang notabene memiliki nasib lebih baik dibanding anak yatim. Padahal, menurutnya yang lebih membutuhkan perhatian adalah anak yatim terutama yang tinggal di panti-panti apalagi jalanan.***

Bagikan: