Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Penyegelan Pabrik Girder Dicabut, Proyek Kereta Api Cepat Dilanjutkan

Muhammad Fikry Mauludy
DUA orang anak bermain di lokasi pabrik pembuatan girder kereta cepat yang telah disegel di Kopo, Bandung, Senin 4 Februari 2019. Pemerinah Kota Bandung melakukan penyegelan terhadap PT Central International Property (CIP) yang memproduksi girder kereta cepat karena disinyalir tidak memiliki IMB dan Amdal./ANTARA FOTO
DUA orang anak bermain di lokasi pabrik pembuatan girder kereta cepat yang telah disegel di Kopo, Bandung, Senin 4 Februari 2019. Pemerinah Kota Bandung melakukan penyegelan terhadap PT Central International Property (CIP) yang memproduksi girder kereta cepat karena disinyalir tidak memiliki IMB dan Amdal./ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Segel Pemerintah Kota Bandung atas pabrik girder di Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, telah dicabut. Pembangunan proyek Kereta Api Cepat Indonesia Cina di Kota Bandung bisa dilanjutkan.

“Karena itu kan tanah kami sewa. Tetapi sudah kita fasilitasi, ketemu semua, warga dengan pemilik tanah. Sudah ada deal-nya. Kalau sudah deal, kita jalankan. Sudah jalan,” tutur Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra, seusai menandatangani perjanjian kerjasama antara aset TNI Kodam III Siliwangi dengan aset PT KCIC, dengan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono, di Bandung, Jumat, 5 Juli 2019. 

Saat ini, Pemkot Bandung telah menerima permohonan izin untuk melaksanakan proyek tersebut di titik yang berada di wilayah Kota Bandung. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, di Balai Kota Bandung, belum lama ini mengatakan, salah satu perizinan itu adalah soal jalan pintas di wilayah Kelurahan Cirangrang yang beberapa waktu lalu sempat dipermasalahkan masyarakat setempat.

“Sekarang itu sudah selesai dan sudah ada pernyataan kesepakatan masyarakat dengan si investor. Itu sudah di atas materai, mereka sudah tidak ada masalah. Ganjalannya hanya tinggal itu dan sudah tidak ada masalah, ya tinggal diproses,” tuturnya.

Ema menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung mendukung akselerasi pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan rampung pada 2021 mendatang. Pemkot Bandung akan membantu sesuai dengan kapasitas kewenangannya.

Ema meminta agar KCIC bisa melengkapi persyaratan administratif. Sehingga Pemkot Bandung bisa langsung memproses izin tersebut. Secara regulasi, Ema akan meminta jajarannya mempercepat proses izin.

“Karena kepastian hukum itu harus diutamakan. Apalagi ini program strategis nasional yang harus didukung,” katanya.

Girder

Pabrik girder yang ada di sekitar Gerbang Tol Kopo itu merupakan salah satu lokasi produksi balok girder dari tiga pabrik yang dibangun PT KCIC. Pabrik girder lainnya berada di sekitar bekas Gerbang Tol Cikarang Utama, dan satu lainnya di Purwakarta.

Pabrik akan memasok girder bagi kebutuhan jalur kereta. Dari 142.3 kilometer, lebih dari 50% atau sekitar 83 kilometer struktur konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terdiri dari konstruksi melayang dan jembatan. Konstruksi melayang terpanjang akan terbentang sepanjang 36 kilometer mulai dari Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Karawang.

Separuh dari struktur melayang terpanjang akan tersambung di akhir 2019. Untuk memenuhi kebutuhan itu, disiapkan sebanyak 2.078 balok girder untuk melengkapi struktur melayang.

“(Kapasitas produksi) Yang di Cikarang Utama 900, ini (Bandung) 600, Purwakarta sekitar 550 girder,” ujarnya.

Di sisa lahan berbukit, jalur kereta dibangun melewati terowongan. Di sisi lain, kata Chandra, titik-titik pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung terus dikebut seperti Stasiun Tegalluar, terowongan 6 (Inlet dan Outlet), terowongan 11, 8, dan 1 Halim, Casting Yard DK28, Batching Plant DK94, jembatan pada jalur Cikamuning, serta jalur melayang Brigif, Cimahi.

“Kita sedang siapkan Tegalluar. Ada kereta lagi. Jadi naik ke Bandung, nanti pindah kereta lagi (ke pusat kota). Saat ini sedang diproses itu investasinya. Yang (menangani kereta menuju pusat kota) di depan itu PT KAI,” tuturnya.  

Depo

Saat ini, kata dia, berbagai fasilitas sarana prasarana kereta cepat juga sudah mulai dibangun secara masif. Depo kereta cepat Jakarta Bandung yang merupakan fasilitas perawatan kereta cepat salah satunya.

Di tanah seluas 85.44 hektare, depo ini akan dibangun di kawasan Tegalluar. Depo ini dirancang memiliki delapan jalur untuk menampung 11 rangkaian kereta cepat Jakarta Bandung. Setiap rangkaian akan memiliki delapan kereta.

“Nantinya dua dari 11 train-set (rangkaian kereta) ini akan menjadi kereta cadangan dan kereta pengganti pada saat kereta utama sedang menjalani perawatan,” katanya.***

Bagikan: