Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 22 ° C

Burung Merpati Milik Warga Bandung Terjual Rp 1 Miliar

Tim Pikiran Rakyat
BURUNG merpati seharga Rp 1 miliar milik Aristyo Setiawan/PRFMNEWS
BURUNG merpati seharga Rp 1 miliar milik Aristyo Setiawan/PRFMNEWS

BANDUNG, (PR).- Aristyo Setiawan, warga Kota Bandung, menjual burung merpati miliknya yang diberi nama Jayabaya seharga Rp 1 miliar. Awalnya, Aristyo tidak berniat menjual burung kesayangannya itu

Dia mematok harga yang tinggi agar tak ada orang yang berani menawarnya. Akan tetapi, ada orang yang berminat membeli burung merpati tersebut dengan harga Rp 1 miliar.

"(Dihargai) Rp 1 miliar itu supaya Jayabaya tidak ada yang beli, tapi ternyata ada juga (yang mau membeli)," katanya dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Senin 1 Juli 2019.

Aristyo mengatakan, burung merpati itu dia beli dari temannya dengan harga Rp 50 juta. Kini burunng merpati itu ditawar dengan harga fantastis karena kerap menjadi juara berbagai kontes tingkat nasional. Jayabaya sudah menjuarai lomba kecepatan dan ketangkasan merpati tingkat nasional sebanyak 15 kali.

"Sudah 15 kali menang dalam perlombaan adu kecepatan dan ketangkasan merpati," katanya.

Ia lantas berbagi tips cara membuat burung merpatinya tersebut sering menjuarai perlombaan. "Perawatannya mutlak, apalagi burung lomba, ada perlakuan khusus seperti makanan dan ada suplemennya," katanya.

Dia mengatakan, harga Rp 1 miliar untuk burung merpati itu menjadikannya yang termahal di Indonesia. Sebelumnya, harga merpati balap termahal ada di dikisaran Rp 570 juta.

Rp 20 miliar

Merpati balap yang lebih mahal terdapat di Belgia. Armando, merpati balap terjual dengan harga tinggi setelah perang tawar-menawar di antara para penggemar merpati balap dari Tiongkok.

The Guardian melarpokan, pada 19 Maret 2019 lalu seekor merpati balap terjual dengan harga yang memecahkan rekor dunia yaitu 1,25 juta euro atau sekira Rp 20 miliar.

Harga merpati itu terus meninggi akibat perang harga di antara sekelompok elite penggemar merpati dari Tiongkok.

Joël Verschoot (63), pria asal Ingelmunster, Flanders Barat, mengatakan bahwa merpatinya yang bernama Armando memang dilahirkan untuk menjadi juara. Namun, ia tak pernah memimpikan akan mendapat uang sebanyak itu.

“Kedua warga Tiongkok itu memberitahu saya bahwa mereka sangat menginginkan Armando. Tapi saya tidak menyangka hal ini akan terjadi. Ini adalah kemenangan terbesar kami selama bertahun-tahun dalam olah raga balap merpati,” ujarnya.

Selama dua jam terakhir dari lelang online yang sudah berlangsung dua minggu, seorang penawar yang dikenal sebagai “XDDPO” berulang kali menaikkan tawarannya sebesar 100.000 euro atau sekira Rp 1,6 miliar per peningkatan tawaran. (Huminca Sinaga, Rian Firmansyah)***

Bagikan: