Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Terkait Kereta Cepat, Ridwan Kamil Akan Jembatani Keinginan Bupati Bandung Barat

Novianti Nurulliah
PEKERJA melintas di dalam Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 14 Mei 2019 lalu.*/ANTARA
PEKERJA melintas di dalam Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 14 Mei 2019 lalu.*/ANTARA

BANDUNG,(PR).- Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akan menjembatani keinginan Bupati Bandung Barat Aa Umbara, terkait harapan pembangunan infrastruktur akses pariwisata di Bandung Barat. 

Hal itu terkait dengan sikap Aa yang berkukuh tidak akan mengakomodir proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, jika PT Kereta Cepat Indonesia China tidak membantu pelebaran jalan yang menghubungkan Cikalongwetan dengan Cisarua. Pelebaran jalan itu dinilai sangat penting untuk pengembangan destinasi wisata. 

“Bukan (menolak), jadi nanti saya ngobrol saja dengan KCIC. Karena tidak ada alasan untuk menolak, itu kan proyek strategis nasional. Nanti saya ngobrol dengan Pak Aa Umbara juga,” ujar Ridwan di Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat, 28 Juni 2019.

Menurut Ridwan, pernyataan Aa Umbara hanya masalah harapan saja. Secara konsep, pembangunan kereta cepat bukan proyek lokal, yang  kendalinya di lokal. Sementara, proyek kereta cepat kendalinya presiden atau pusat.

“Saya kira perspektif harus dikedepankan. Saya memahami setiap daerah yang ada investasi tentu harus mendapatkan manfaat baik,” ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, berbagai pembangunan maupun pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di wilayah Kabupaten Bandung Barat belum mengantongi izin. Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna pun menolak mengeluarkan izin, selama proyek tersebut tidak membawa manfaat bagi masyarakat KBB.***

Bagikan: