Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 27.7 ° C

Perusahaan Otomotif Korea Jajaki Bangun Pabrik di Jabar

Novianti Nurulliah
PEMPROV Jabar bersama Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan membahas mengenai rencana pembangunan industri otomotif di Jawa Barat, serta peluang investasi Korsel lainnya di Jawa Barat.*/HUMAS PEMPROV JABAR
PEMPROV Jabar bersama Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan membahas mengenai rencana pembangunan industri otomotif di Jawa Barat, serta peluang investasi Korsel lainnya di Jawa Barat.*/HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan membahas mengenai rencana pembangunan industri otomotif di Jawa Barat, serta peluang investasi Korsel lainnya di Jawa Barat. Rencananya, salah satu perusahaan otomotif ternama Korea membidik Jabar untuk dijadikan lokasi produksi otomotif tersebut.

“Minat investasi Korea tinggi sekali ke Jabar. Makanya kita tawarkan opsi di Rebana yang memberikan kemudahan dari tanah yang terjangkau, UMR yang lebih rendah dibanding yang lain, ekonomi khusus juga membuat pajak ekspor impor dihilangkan, jarak ke bandara dan pelabuhan dekat. Saya kira ini luar biasa dan tak dimiliki daerah lain,” tutur Gubernur Jabar Mochamad Ridwan Kamil, usai menerima Dubes Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi di Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat, 28 Juni 2019. 

Meski demikian, pihaknya juga tidak masalah jika pihak investor belum mempertimbangkan untuk berinvestasi pada rencana pengembangan kawasan industri Segitiga Rebana.

Ridwan mengakui, salah satu industri otomotif asal Korea memang ada yang memiliki rencana pindah ke Jabar. Diprediksi, nilai investasinya lebih dari Rp 40 triliun yang akan dilakukan dalam 3 hingga 4 tahap.

"Di luar skala besar industri Korea juga dengan senang hati kita sambut. Bulan Juli kami kirim delegasi Kadis Perdagangan. September kalau enggak ada halangan kami yang giliran ke sana,” ucapnya. 

Selain itu, Ridwan pun membahas mengenai warga Jabar yang ada di Korea dalam rangka program pemagangan. Pemprov Jabar akan mengundang mereka untuk pulang ke Jabar dan mengembangkan kemampuan mereka untuk Jabar.

“Adanya sekitar 2000-3000 warga Jabar yang sudah selesai magang di sana. Ini akan kita undang pulang untuk bergabung dalam peluang, khususnya pariwisata dan di pedesaan. Sehingga hasil tabungan mereka di Korea tidak habis karena konsumtif tapi belajar menjadi entrepreneur,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Ridwan Kamil berharap ada festival Korea yang diselenggarakan di Jabar. Apalagi, jumlah warga Korea termasuk perusahaannya sangat besar terdapat di Jabar.

Dua hal spesifik

Dubes Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menuturkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya membahas dua hal spesifik. Pertama, mendorong dan mempercepat investasi dari perusahaan Korsel yang mau masuk ke Jabar. 

Kedua, membicarakan cara memotivasi dan menginspirasi tenaga kerja Indonesia asal Jabar di Korsel, supaya ketika nanti pulang ke kampung halamannya bisa menjadi orang produktif, memulai usaha, atau mengubah kampungnya masing-masing.

“Terkait dengan rencana pembukaan pabrik otomotif di Jabar, kami terus komunikasi soal ini dan saling mendukung. Saat ini masih tahap pembicaraan akhir untuk terms bagaimana dan kapan mulai. Insya Allah tidak lama lagi,” tuturnya. 

Namun untuk lokasi, kata dia, masih dibicarakan. Karawang sempat disebut sebagai calon kuat. Akan tetapi, di sisi lain Rebana pun akan dibidik juga karena memiliki potensi yang menjanjikan untuk investor.

”Saya senang sekali karena kawasan itu punya potensi begitu besar. Jadi kita akan terus berkomunikasi, bekerja sama. Saya yakin kalau dari pengalaman selama ini di Korea, akan cukup menarik prospeknya untuk mereka masuk ke kawasan itu,” ujar dia.***

Bagikan: