Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

BPBD Kota Cimahi Siaga Kekeringan

Ririn Nur Febriani
Kekeringan/DOK. PR
Kekeringan/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi siaga kekeringan pada musim kemarau ini. Masyarakat diimbau untuk menggunakan air dengan bijaksana dan hemat.

"Kami imbau masyarakat agar dalam penggunaan air hemat dan efisien. Kalau ada krisis air bersih laporkan ke Pemkot Cimahi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Nanang, Jumat, 28 Juni 2019. 

Berdasarkan kasus pada tahun sebelumnya, ancaman kekeringan di Kota Cimahi kerap terjadi di wilayah industri atau wilayah selatan. Sedangkan potensi kebakaran, terjadi dari pembakaran ilalang dan sampah yang memicu kebakaran besar.

Sejauh ini, lanjut Nanang, pihaknya belum menerima laporan adanya daerah kekeringan di Kota Cimahi. "Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) dalam upaya penanggulangan bencana kekeringan. Biasanya ada laporan ke DPKP Kota Cimahi, tapi BPBD akan membantu penanganan jika ada daerah kekeringan akibat krisis air," ucapnya.

Pihaknya juga melakukan patroli di seluruh Kota Cimahi. "Ada kegiatan patroli lapangan, sehari 5-6 kali. Masyarakat juga diimbau agar selalu waspada akan bahaya bencana kebakaran, karena di musim kemarau rentan kebakaran," ucapnya.

Belum terdampak

Sementara itu, ketersediaan air bersih pada Sistem Pengolahan Air Minim (SPAM) Kota Cimahi belum terdampak musim kemarau. Bahkan, ketersediaan air bersih yang dikelola UPT Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi tersebut masih cukup untuk menyuplai masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana mengatakan, kapasitas pengolahan air yang terletak di Komplek Pemkot Cimahi tersebut mencapai 50 liter per detik. Kapasitas ini baru dimanfaatkan oleh 2.600 Sambungan Rumah (SR), dari kapasitas maksimal 5.000 SR.

"Kita masih bisa suplai. Stok air masih memenuhi, bahkan lebih. Sekarang kita hanya dua kali produksi, masih bisa ditingkatkan sampai empat kali produksi," katanya.

Sumber air yang dikelola UPT Air Bersih DPKP Kota Cimahi berasal dari aliran Sungai Cimahi. Sejauh ini, aliran sungainya masih terpantau normal meski ada sedikit penurunan. 

Meski begitu, Nur memastikan stok bakal aman selama musim kemarau. "Jadi kemarau ini belum berpengaruh ke sumber air. Tahun lalu juga aman saat kemarau," ucapnya.

SPAM berkapasitas 50 liter per detik saat ini melayani cakupan air bersih di wilayah Karang Mekar dan Cigugur Tengah. Jika musim kemarau seperti sekarang, air juga bisa disuplai menggunakan mobil tangki sesuai permintaan warga.

"Tahun lalu masih aman kita suplai 600-700 truk ke masyarakat. Tahun ini juga kita siapkan dua kendaraan tangki untuk masyarakat," tuturnya. 

Masih cukup

Kepala UPTD Air Minum Kota Cimahi, Dede Muhammad Asrori menjelaskan, kapasitas air yang tersedia masih cukup untuk memenuhi hingga 2.860  sambungan rumah (SR) di Kota Cimahi. "Produksi air di kita masih stabil, sama dengan musim hujan," katanya.

Pelayanan tersebut ditambah dengan penyaluran air untuk 859 SR di tiga Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang ada di Kota Cimahi.

Dia mengatakan, pihaknya sudah menerima permintaan pengiriman air di 4 lokasi, yakni RW 4 dan RW 8 Kelurahan Cibeber, RW 12 Kelurahan Pasirkaliki, dan RW 1 Kelurahan Cimahi.

Bagi masyarakat yang merasa kesulitan air bersih, dapat mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui pihak RT/RW yang diketahui oleh kelurahan setempat.

"Buat surat permohonan dari RW diketahui kelurahan ditujukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) atau ke UPTD air minum. Kemudian permintaannya langsung akan ditindaklanjuti," tuturnya.***

Bagikan: