Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

Pameran Lukisan Asia Africa Festival 2019 Gelorakan Perjuangan Palestina

Muhammad Fikry Mauludy
KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari (batik merah), mencermati penjelasan dari pelukis, dalam Pameran Lukisan Asia Africa Festival 2019, di Hotel Ibis Braga, Kamis, 27 Juni 2019.*/DOK PANITIA AAF 2019
KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari (batik merah), mencermati penjelasan dari pelukis, dalam Pameran Lukisan Asia Africa Festival 2019, di Hotel Ibis Braga, Kamis, 27 Juni 2019.*/DOK PANITIA AAF 2019

BANDUNG, (PR).- Tidak kurang dari 100 lukisan mengisi Pameran Lukisan Asia Africa Festival 2019, di Hotel Ibis Braga. Pameran bertema Palestina itu banyak diisi lukisan yang menggelorakan kemerdekaan bagi negara Palestina.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pameran lukisan itu senafas dengan tema Asia Africa Festival 2019 yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kenapa kita dorong beberapa pelukis bertema Asia Afrika dan Palestina, karena berkaitan dengan kita mendukung rakyat Palestina. Tema ini juga hadir di beberapa rangkaian acara Asia Africa Festival tahun ini,” tutur Kenny, seusai membuka Pameran Lukisan Asia Africa Festival 2019, di Braga, Kamis, 27 Juni 2019.

Selain pameran lukisan, kegiatan yang memunculkan dukungan bagi Palestina juga akan dilakukan pada Solidarity Walk, dalam acara utama Asia Africa Festival 2019, di Jalan Alun-alun Timur, Sabtu, 29 Juni 2019. Solidarity Walk akan dilakukan oleh para duta besar negara partisipan, bersama Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Dalam puncak acara pada Sabtu, 29 Juni 2019, delegasi akan bertolak dari Pendopo Kota Bandung menuju Palestine Walk, di Jalan Alun-alun Timur untuk melakukan seremoni pelepasan burung. Kenny menambahkan, pameran lukisan ini juga diarahkan untuk meningkatkan ekonomi.

Pemkot Bandung ingin memfasilitasi hasil lukisan dari pelukis Kota Bandung sebagai apresiasi agar dapat tampil di ruang publik, termasuk hotel. Sebelumnya, pameran lukisan itu juga telah dilakukan di beberapa hotel di Kota Bandung.

“Ini bukti nyata kolaborasi di sektor pariwisata. Ada lukisan yang dibeli peminat. Mudah-mudahan bisa menambah kesejahteraan para pelukis. Pastinya kita butuh dukungan semua pihak agar kegiatan kebudayaan dan ekonomi kreatif ini bisa menyejahterakan warga Bandung. Wisatawan kan bisa tertarik beli, dan tidak hanya produk lukisan saja,” ujarnya.

Menakar potensi ekonomi, Kenny akan mengerahkan tenaga survei untuk menghitung besaran pemasukan dari efek acara Asia Africa Festival.

“Minimal untuk okupansi hotel saja dulu. Sebagian hotel kan sudah penuh di sektar sini. Apabila dilakukan secara rutin, apalagi ini festival yang ditunggu karena termasuk 4 besar event nasional, ini akan baik bagi ekonomi Kota Bandung,” katanya.

Maka, dalam Asia Africa Festival 2019 ini Disbudpar Kota Bandung akan mempromosikan agenda Asia Africa Festival 2020. Apalagi tahun depan merupakan Peringatan Ke-65 KAA.

“Jadi dalam acara ini bisa memberitahukan kepada wisatawan untuk acara tahun depan. Tentunya dengan tawaran berbagai acara kejutan,” ucap Kenny.***

Bagikan: