Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Orang Tua Siswa SDN Palalangon Protes Pungutan Liar

Handri Handriansyah
ILUSTRASI pungutan liar.*/DOK. PR
ILUSTRASI pungutan liar.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Sejumlah orang tua siswa SD Negeri Palalangon, Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung mengeluhkan adanya pungutan yang diduga liar oleh pihak sekolah. Pungutan sebesar RP 400 ribu itu dibebankan kepada orang tua kelas VI dengan dalih untuk penyelenggaraan acara perpisahan siswa.

Salah seorang wali siswa EJ (40) mengatakan, dirinya kaget ketika anaknya meminta uang Rp 400 ribu. Padahal, ia tengah mempersiapkan pendaftaran anaknya ke sekolah menengah pertama. 

"Untuk persiapan pendaftaran ke SMP saja saya masih pusing, ini tiba-tiba anak saya minta uang, katanya diminta sekolah harus membayar sejumlah itu," ucapnya kepada "PR", Kamis, 27 Juni 2019. 

Dari keterangan anaknya, EJ melansir bahwa sekolah mengharuskan siswa kelas VI membayar uang tersebut untuk kegiatan perpisahan. Sebagai orang tua dengan penghasilan pas-pasan, EJ mengaku keberatan dengan pungutan sebesar itu.

"Katanya acara perpisahan memang dilaksanakan di sekolah, tetapi menampilkan berbagai acara hiburan. Acara tersebut terkesan dipaksakan karena biayanya harus dibebankan kepada orang tua siswa dan tak sedikit jumlahnya," kata EJ.

Menurut EJ, keberatan juga dirasakan oleh puluhan orang tua siswa kelas VI lain. Mereka bahkan meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk menyelidiki serta mengevaluasi dan mengawasi semua program kerja kepala sekolah dan wali kelas.

Terlebih, kegiatan tersebut belum pernah dibicarakan dengan orang tua siswa secara terbuka. Dia bahkan menuturkan bahwa besaran tersebut ditentukan dan pengelolaannya dikoordinir langsung oleh wali kelas VI.

Akibatnya, kata EJ, acara perpisahan yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2019 itu pun hanya diikuti oleh sekitar 39 siswa. "Yang ikut hanya yang membayar biaya perpisahan," ucapnya.

Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Adang Syafaat tak memberikan banyak komentar terkait masalah ini, ketika dihubungi terpisah. Ia hanya berterima kasih telah diberi informasi dan berjanji akan mengevaluasi laporan tersebut.

"Nuhun infonya, untuk bahan," kata Adang melalui aplikasi pesan singkat telefon seluler. 

Sementara itu Koordinator Wilayah Disdik Kecamatan Cilengkrang Kusnadi bahkan sama sekali tidak memberikan jawaban ketika dimintai konfirmasi.***

Bagikan: