Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Macan Kumbang Subang Dipindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikanaga Sukabumi

Siska Nirmala
MACAN Kumbang "Panthera Pardus Melas" diperlihatkan oleh petugas di Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 27 Juni 2019. Macan kumbang yang di evakuasi dari pemukiman warga di Kabupaten Subang itu, telah dikarantina di Bandung Zoo selama 27 hari. Hewan tersebut akan dibawa oleh petugas dari Keanekaragaman Kekayaan Hayati untuk dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Kabupaten Sukabumi.*/ADE BAYU INDRA/PR
MACAN Kumbang "Panthera Pardus Melas" diperlihatkan oleh petugas di Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 27 Juni 2019. Macan kumbang yang di evakuasi dari pemukiman warga di Kabupaten Subang itu, telah dikarantina di Bandung Zoo selama 27 hari. Hewan tersebut akan dibawa oleh petugas dari Keanekaragaman Kekayaan Hayati untuk dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Kabupaten Sukabumi.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Seekor macan tutul (Panthera Pardus Melas) yang dievakuasi ke Kebun Binatang Bandung karena masuk ke pemukiman warga di Subang, akan di pindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikanaga, Kabupaten Sukabumi.

Pimpinan Hubungan Masyarakat Kebun Binatang Bandung, Aan Sulhan mengatakan pemindahan tersebut perlu dilakukan karena sebelum dilepasliarkan, macan tutul tersebut harus melalui tahap penangkaran.

"Itu kita pindahkan, kan translokasi ke tempat penangkaran sementara," kata Aan di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Menurut dia, pihak Kebun Binatang Bandung telah menjalani sejumlah perawatan medis. Selama 27 hari tinggal di Bandung, macan tutul itu diberi perawatan medis secara menyeluruh.

"Kami mengecek kelengkapan tubuh, bentuk tubuh, dan gigi," kata dia.

Selain itu, macan tutul tersebut juga mendapat perawatan atas luka yang ia derita karena masuk ke pemukiman warga di Subang, Jawa Barat, karena luka yang telah diobati itu terdapat di bagian kaki kanan belakang.

"Waktu melarikan diri dan masuk rumah warga, kemungkinan dia memecahkan kaca. Di sana dia terluka," katanya.

Dia menjelaskan, ada berbagai asumsi yang menjadi penyebab seekor hewan liar bisa memasuki pemukiman warga. Aan menduga, macan tutul yang dirawat di Kebun Binatang Bandung itu masuk ke pemukiman warga setelah ruang gerak di habitat sebelumnya tergeser.

"Kemungkinan akibat habitatnya, di mana tidak bisa terdapat dua macan tutul jantan dalam satu wilayah. Minimal itu 30 km jarak antara satu jantan dan jantan yang lain," kata Aan.

Dengan demikian ia berharap macan tutul ini bisa dilepasliarkan setelah menjalani proses-proses rehabilitasi dan penangkaran.

"Kemungkinan sore atau malam pemindahan, saya harap macan tutul ini suatu hari bisa dilepasliarkan," katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 1 Juni 2019 lalu, Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, dihebohkan dengan penemuan seekor macan tutul liar yang masuk ke pemukiman. Sejumlah warga di pemukiman yang terletak di kaki Gunung Tangkubanparahu itu sempat melakukan pencarian macan dengan berbekal senjata sederhana di antaranya bambu.

Tidak hanya warga, petugas Kebun Binatang Bandung juga langsung turun ke lokasi kejadian untuk ikut mengevakuasi. Setelah ditemukan, dokter kebun binatang segera membius macan itu dan membawanya ke Kebun Binatang Bandung.***

Bagikan: