Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 20.7 ° C

Setelah Setya Novanto Dikirim ke Gunung Sindur, Penghuni Lapas Sukamiskin Lebih Menurut

Yusuf Wijanarko
WARGA binaan kasus korupsi, Setya Novanto (tengah), mendengarkan ceramah saat melasanakan shalat Idulfitri 1440 Hijriah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 5 Juni 2019.  Setya Novanto adalah salah satu narapidana korupsi yang tidak mendapatkan remisi khusus Idulfitri.*/ANTARA FOTO
WARGA binaan kasus korupsi, Setya Novanto (tengah), mendengarkan ceramah saat melasanakan shalat Idulfitri 1440 Hijriah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 5 Juni 2019. Setya Novanto adalah salah satu narapidana korupsi yang tidak mendapatkan remisi khusus Idulfitri.*/ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Narapidana di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, kini disebut lebih tertib setelah narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dipindah ke Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kalapas Sukamiskin, Tejo Harwanto mengatakan, kini para petugas di lapas hanya perlu sekali memberikan instruksi karena para narapidana akan langsung mengerti.

"Misalnya, cukup sekali menyampaikan tugas, mereka (narapidana) langsung mengerti, langsung melaksanakan," kata Tejo di Kota Bandung, Rabu 26 Juni 2019.

Menurut dia, narapidana lain di Laps Sukamiskin takut akan diterpa hukuman serupa dengan Setya Novanto. Banyak narapidana yang meminta untuk tidak dipindahkan.

"Saya bilang, ‘Yang memindahkan bukan kami, tapi Saudara sendiri’, kata saya kepada mereka," ujar Tejo seperti dilaporkan Antara.

Beberapa waktu lalu, Setya Novanto dan istrinya didapati berada di toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Hal itu membuat Setya Novanto dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur yang mempunyai pengamanan ketat.

LAPAS Sukamiskin/DOK. PR

Tejo mengatakan, narapidana selalu dinilai berdasarkan tingkah lakunya. Pemindahan Setya Novanto ke Rutan Gunung Sindur, kata dia, layak karena sudah memenuhi kriteria untuk ditempatkan di rutan dengan pengamanan maksimum setelah melakukan pelanggaran berat.

"Kami tidak mau mereka pindah, tapi kalau mereka tidak tertib terhadap aturan, mungkin tidak cocok di situ (Lapas Sukamiskin), mungkin cocoknya di (rutan) yang (pengamanannya) maksimum atau super maksimum," kata Tejo.

Sama gilanya

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Liberti Sitinjak mengatakan, keputusan lembaganya memindahkan Setya Novanto akan menjadi alarm untuk warga binaan lain.

"Sudah tahu kan, Kalapas dan Kakanwil sama gilanya, yang memutuskan itu kami berdua, keputusannya hanya lima menit," katanya.

Menurut Liberti Sitinjak,  keputusan pemindahan Setya Novanto tersebut adalah tanggung jawab  dia dan rela memutuskan hal itu dengan segala risikonya.

"Saya lebih baik lengser karena menjalankan aturan daripada lengser karena menciderai amanah masyarakat," kata dia.***

Bagikan: