Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 25.2 ° C

Cegah Kebakaran, Diskar PB Sarankan Pembenahan Instalasi Listrik di Pasar

Muhammad Fikry Mauludy
PETUGAS berusaha melakukan pemadaman ketika kobaran api menghanguskan sejumlah kios di Pasar Ujungberung.*/ANTARA
PETUGAS berusaha melakukan pemadaman ketika kobaran api menghanguskan sejumlah kios di Pasar Ujungberung.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Jaringan listrik yang semrawut di sejumlah pasar menjadi perhatian khusus pemeriksaan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung. Pembenahan instalasi listrik di hampir seluruh pasar patut segera dilakukan untuk menghindari potensi kebakaran seperti yang selama ini terjadi.

Kepala Seksi Pemeriksaaan Pengawasan Gedung dan Bangunan pada Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Elan Suparno mengatakan, kondisi tersebut nyaris dapat ditemui di banyak pasar.

Diskar PB menyarankan pembenahan pasar meliputi instalasi listrik di setiap kios. Idealnya masing-masing kios memilki meteran listrik tersendiri. Dengan demikian, potensi rembetan jika sewaktu-waktu terjadi korsleting listrik di sebuah kios bisa terputus.

“Harusnya satu kios satu meteran. Agar tidak timbul kebakaran akibat kios lain,” ujar Elan, seusai mengecek kondisi Pasar Sederhana bersama PD Pasar Kota Bandung, Rabu 26 Juni 2019.

Pengecekan Pasar Sederhana merupakan lanjutan dari 7 pasar tradisional yang telah diperiksa selama beberapa waktu terakhir. Pengecekan dilakukan demi memastikan keamanan dan mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, masalah instalasi listrik dan jalur evakuasi menjadi sorotan karena kondisinya dinilai belum terpenuhi. Dari hasil pemeriksaan pasar-pasar itu, kata dia, sebagian besar tak sesuai  instalasi listrik di pasar tradisional harus dilakukan pembenahan.

Kabel tak sesuai standar

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, banyak kios pasar menggunakan kabel yang tidak sesuai standar. Selain itu, banyak sekali jaringan listrik menumpuk yang dikhawatirkan bisa memicu korsleting. Masalah semrawutnya jaringan listrik itu menimbulkan kondisi yang rentan kebakaran.

“Namanya di pasar tradisional hampir sama, yang menyangkut kepada, pertama, jaringan listrik. Misalnya numpuk cara stekernya, ataupun kabelnya tidak sesuai standar PLN, jadi riskan terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Ia juga meminta pengelola pasar menyediakan alat pemadam api ringan, edukasi pencegahan kepada para pedagang, serta simulasi pemadaman kebakaran secara rutin. Soalnya, penyebab lain dari terciptanya kebakaran juga timbul dari radiasi panas yang terantar melalui medium yang mudah terbakar mulai dari kertas, kayu, atau kain.

Selain instalasi listrik, ia juga menyoroti jalur evakuasi yang selayaknya tersedia di setiap pasar tradisional. Pasar Sederhana belum tersedia jalur evakuasi yang memadai.

“Harusnya ada semacam petunjuk arah, misalkan terjadi kebakaran bisa mengakses jalan terdekat menuju assembly point atau tempat berhimpun,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan, Diskar PB akan mengeluarkan rekomendasi kepada PD Pasar. PD Pasar diharapkan bisa bekerja sama dengan PLN untuk melakukan pembenahan menyangkut instalasi listrik.

“Kalau bisa tiap-tiap kios ada meter kontrolnya. Karena dengan meter kontrol akan kelihatan kalau terjadi arus pendek itu akan mati sendiri atau akan mati kembali ke nol,” ujarnya.

Kepala Pasar Sederhana Dewi Lidia menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN untuk perbaikan instalasi listrik. Pengelola pasar juga akan menyosialisasikan temuan Diskar PB ke semua pedagang untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan kebakaran.

“Di Pasar Sederhana harus ada standarisasi. Mungkin ada pedagang kurang paham, kurang mengerti, ada memakai kabel di luar standar. Listrik sumber penyebab kebakaran utama. Jangan sampai terjadi lagi,” tuturnya. Saat ini, tidak sedikit pedagang di pasar tradisional Bandung yang telah mengantongi Surat Laik Operasi. Surat itu harus didapatkan setelah dilakukan pemasangan instalasi listrik berdasarkan rekomendasi dari PLN.***

Bagikan: