Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Mata Air Cikahuripan di Kabupaten Bandung Dijaga Puluhan Pemuda

Handri Handriansyah
PULUHAN pemuda dari berbagai komunitas mengunjungi dan merawat mata air Cikahuripan di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu, 22 Juni 2019.*/DOK. ISTIMEWA
PULUHAN pemuda dari berbagai komunitas mengunjungi dan merawat mata air Cikahuripan di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu, 22 Juni 2019.*/DOK. ISTIMEWA

 

TAK bisa dimungkiri, air merupakan sumber daya paling sentral dalam kehidupan semua makhluk hidup termasuk manusia. Tanpa air, manusia tak bisa bertahan hidup lebih lama dibandingkan dengan tanpa makanan.

Oleh karena itu di setiap pemukiman penduduk, sumber air menjadi syarat utama. Terutama di perkotaan yang sudah sarat penduduk.

Di kota, biasanya masyarakat sudah diberi kemudahan dengan fasilitas dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun sebagian masih ada juga yang harus membuat sumur gali atau sumur bor untuk bisa mengakses sumber air. 

Sementara itu di pedesaan, masyarakat biasanya masih mengandalkan mata air sebagai sumber utama. Alhasil, ketergantungan mereka terhadap mata air tersebut terbilang tinggi.

Meskipun demikian, keberadaan mata sangat bergantung pada kondisi alam di sekitarnya. Jika alam sudah rusak, mata air pun tak akan bisa lagi mendukung kehidupan warga sekitar dengan baik.
 

Hal itu disadari penuh oleh puluhan pemuda yang sengaja mengunjungi Situs Mata Air Cikahuripan di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu 22 Juni 2019. Mereka ingin memastikan bahwa mata air tersebut masih terjaga dan bisa terus mendukung kehidupan warga.

Puluhan pemuda itu berasal dari berbagai komunitas mulai dari karang taruna, pecinta alam, perkumpulan sepeda motor, kelompok pencak silat dan tokoh agama setempat. "Acara ini diharapkan menjadi stimulan untuk pemuda agar tetap mencintai dan mau merawat daerahnya, termasuk mata air di dalamnya," ujar Ketua Karang Taruna Desa Ciheulang, Agung.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pilar Desa Kabupaten Bandung Tarya. Ia menilai bahwa mata air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga. "Air merupakan kebutuhan utama bagi tumbuhan, hewan dan manusia. Semua pihak harus peduli terhadap air dan menjaga mata air agar tetap lestari bagi kehidupan," tutur Tarya.

Mata air yang tak dijaga, kata Tarya, bisa mempengaruhi pasokan airnya terhadap berbagai lini kehidupan. Tak hanya untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, masak dan minum, mata air juga memegang peranan sangat penting bagi sektor pertanian.

Sementara itu tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama setempat KH Abdul Hamid mengatakan, mata air Cikahuripan itu menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air utama warga Desa Ciheulang sejak puluhan tahun. "Terutama warga di RW 02 yang paling dekat dengan mata air ini," ujarnya.

Menurut Hamid, banyak sejarah di balik keberadaan mata air tersebut dan kehidupan warga setempat. Salah satunya asal usul penamaan Desa Ciheulang yang dilansir Hamid dilatarbelakangi oleh mitos atau legenda kesaktian mata air Cikahuripan.

"Ci artinnya air dan heulang itu artinya burung elang. Konon kata orang tua zaman dulu, di sini banyak elang pemangsa. Namun saat melihat mata air ini, burung elang tersebut langsung mati karena kesaktiannya," kata Hamid.***

Bagikan: