Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Nilai Aset Sangkuriang Mencapai Lebih dari Rp 97 Miliar

Ririn Nur Febriani
STADION Sangkuriang, Cimahi.*/DEDEN IMAN/PR
STADION Sangkuriang, Cimahi.*/DEDEN IMAN/PR

CIMAHI, (PR).- Hasil taksiran terbaru, nilai aset GOR dan Stadion Sangkuriang mencapai Rp 97 miliar. Hal itu dapat mendukung proses revitalisasi sebagai upaya penyediaan sarana olahraga milik Pemkot Cimahi tersebut.

Nilai aset dirilis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi. Taksiran berdasarkan hasil penghitungan tim appraisal pada Desember 2018 lalu.

Kepala BPKAD Kota Cimahi  Achmad Nuryana mengatakan hal itu, Rabu, 19 Juni 2019. "Penghitungannya bulan Desember 2018 dengan nilai aset mencapai Rp 97 miliar lebih," ujarnya.

Nilai aset stadion bersejarah itu melonjak baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Peningkatan nilai aset Gor dan Stadion Sangkuriang itu dinilai wajar mengingkat harga jual tanah yang juga turut mengalami kenaikan. "Kalau dulu, sekitar Rp 14 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya, pengelolaan Gor dan Stadion Sangkuriang diserahkan kepada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Penyertaan Modal. Saat ini pengelolaan Gor dan Stadion Sangkuriang secara resmi sudah kembali ke Pemerintah Kota Cimahi. Pasalnya, revisi Perda tentang Penyertaan Modal sudah selesai.

Sebelum aset Gor dan Stadion dikembalikan dari Pemkot Cimahi, kata Achmad, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI perihal kekosongan Direktur PDJM. Hasilnya, jika Perda revisinya sudah selesai, aset tetap bisa dikembalikan meski tanpai Direktur PDJM.

"Aset sudah ambil alih kembali karena Perda-nya sudah direvisi," katanya.

Wali Kota Cimahi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi aset dan keuangan sudah menyerahkan aset puluhan miliar itu kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi.

"Nanti akan diserahkan ke SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait yang berwenang dalam pengelolaannya. Seperti Stadion Sangkuriang ke Disbudparpora," ungkapnya.

Banyak masyarakat menagih janji Walikota-Wakil Walikota Cimahi Ajay M. Priatna-Ngatiyana untuk segera merevitalisasi kawasan Sangkuriang agar fungsinya bisa dioptimalkan sebagai sarana olahraga masyarakat dan pembinaan atlet Kota Cimahi.

Stadion Sangkuriang dibangun sekitar tahun 1970-an saat masih berstatus wilayah Kabupaten Bandung. Setelah Kota Cimahi mandiri tahun 2001, Gor dan Stadion Sangkuriang menjadi salah satu aset yang dihibahkan Kabupaten Bandung ke Kota Cimahi.

Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga  (Disbudparpora) Kota Cimahi Dessy Setiawati mengatakan, detail engineering design (DED) revitalisasi Sangkuriang sudah dilaksanakan. Disbudparpora Kota Cimahi memperkirakan, butuh dana hingga Rp 350 miliar untuk revitalisasi Stadion dan GOR Sangkuriang.

"Setelah DED, tinggal mencari sumber dana untuk revitalisasi. Kita coba cari bantuan dana pusat atau provinsi supaya bisa terbangun, termasuk dilakukan langsung oleh Walikota ke pemerintah pusat berkoordinasi mengenai hal ini. Sebab pembangunan kan butuh anggaran yang besar," ujarnya.

Pihaknya menyambut baik jika revitalisasi bisa segera dilakukan. "Intinya kita ingin memperbanyak fasilitas olahraga untuk masyarakat," tuturnya.***

Bagikan: