Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Forum Bandung Sehat Buka Fungsi Kolaborasi

Muhammad Fikry Mauludy
AKTIVITAS warga di salah satu MCK Umum Kampung Bukit Jarian, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.*/DOK PR
AKTIVITAS warga di salah satu MCK Umum Kampung Bukit Jarian, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Dihadapkan tantangan keterbatasan anggaran, Forum Bandung Sehat (FBS) akan membuka fungsi kolaborasi untuk menjalankan sejumlah program. Realisasi septic tank komunal di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, menjadi satu contoh pencapaian program secara kolektif.

“Forum Bandung Sehat memang harus tetap berjalan meskipun non APBD. Pemenuhan sarana prasarana sehat, contohnya menjaga taman, menjaga gang-gang bersih, PR Open Defecation Free (ODF), bisa dengan mandiri atau intervensi pihak ketiga atau program dari pemerintah,” tutur Ketua Umum FBS, Siti Muntamah Oded, seusai memberi bimbingan teknis FBS, di Bandung, Selasa, 18 Juni 2019.

Perempuan yang biasa dipanggil Umi itu mengatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dicapai FBS. Bimbinan teknis itu dipersiapkan untuk mempertahankan piala Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan yang diraih Kota Bandung 2018 lalu.

FBS menargetkan Kota Bandung 80% Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan. Umi menjelaskan, Kota Bandung baru memiliki 6 dari 151 kelurahan yang sudah ODF.

Keenam kelurahan itu antara lain Kelurahan Citarum, Manjahlega, Paledang, Cihapit, Ciateul, dan Kelurahan Rancanumpang. Sementara itu, ia menargetkan tahun ini bisa 120 kelurahan ODF.

“Sebanyak 120 kelurahan akan kita kejar di tahun ini. Meskipun tidak mudah, tapi saya yakin bisa. Ini tanggung jawab kita bersama. Jadi kita lakukan bersama-sama,” katanya.

Jumlah tersebut adalah jumlah minimal yang tercantum dalam indikator jika Kota Bandung ingin mempertahankan piala Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan. Secara umum, kata dia, pemerintah pusat akan menilai tujuh tatanan.

Penilaian itu meliputi, Tatanan Kawasan Pemukiman, Sarana, dan Prasarana Sehat, Tatanan Masyarakat Sehat dan Mandiri, Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi, lalu Tatanan Pariwisata Sehat, ada pula Tatanan Kehidupan Sosial Sehat, Tatanan Industri dan Perkantoran Sehat, serta komponen terbaru adalah Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi.

Umi menuturkan, target sosial sehat yang akan dituju yakni mengembalikan pemahaman kepedulian, pemahaman pertanggungjawaban, dan pemahaman penjagaan kenyamanan Kota Bandung. FBS punya tanggung jawab besar dalam pembentukan karakter warga Bandung yang peduli lingkungannya.

“Di satu sisi Kang Pisman digerakkan, di sisi lain perlu ada kepedulian. Contoh, Taman Tegallega baru dibuka, belum lama harus ditutup lagi karena banyak yang hilang dan kotor. Bagaimana ini terlihat belum mampu menceritakan bagaimana peduli bersih itu kepada seluruh tamu,” ujarnya.

Dengan soliditas tim di dalam FBS, mereka ikut memperjuangkan visi misi Pemkot Bandung dalam menyelesaikan tugasnya. Umi optimistis dengan dibantu oleh tim yang ahli di bidangnya, FBS mampu menghadirkan percepatan menuju Kota Bandung yang lebih sehat.

“Insyaallah komitmen dari kepengurusan periode ini mampu menjalankan pembinaan yang baik, konsolidasi yang berkelanjutan, serta konsolidasi yang lebih sehat,” tuturnya.***

Bagikan: