Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Pengamanan Pemilu 2019 di Kabupaten Bandung Tinggalkan Persoalan

Handri Handriansyah
PEMILU 2019/ANTARA
PEMILU 2019/ANTARA

SOREANG, (PR).- Sejumlah warga dan perangkat Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung mengeluhkan pemotongan honor Pengamanan Wilayah (Pamyah) Pemilu 2019 oleh Pjs. Kepala Desa mereka, Tatang Zaini.

Tak tanggung-tanggung, pemotongan tersebut sampai sepertiga dari honor yang seharusnya mereka terima.

Salah seorang perangkat desa, Abas (55) mengatakan, keganjilan sudah ia rasakan bersama sekira delapan warga dan perangkat desa lain yang masuk dalam tim Pamyah Pemilu 2019 Desa Jelegong.

"Biasanya sesuai aturan, tim Pamyah desa semuanya merupaka warga yang berdomisili di desa ini, tetapi pemilu kemarin ada satu orang dari luar desa ini yang ditunjuk oleh Pak Tatang," ujarnya saat ditemui Minggu 16 Juni 2019.

Meski demikian, Abas mengaku awalnya ia dan rekan-rekan yang lain tidak mau mempermasalahkan hal itu. Soalnya, ia menilai pekerjaan dalam mengamankan Pemilu 2019 sebagai pengabdian yang penuh tanggung jawab moral.

Masalah, kata Abas, muncul ketika pembagian honor petugas di tim tersebut. "Honor waktu itu dibagikan oleh Pak Tatang dan kami juga menandatangani bukti penerimaan," ucapnya.

Dalam bukti penerimaan, Abas menegaskan bahwa ia dan semua anggota tim yang lain tahu persis bahwa honor yang seharusnya diterima adalah Rp 300.000. Namun kenyataannya yang diberikan oleh Tatang hanya Rp 200.000

"Kami sempat membandingkan dengan honor petugas serupa di desa lain. Di desa lain ada yang tidak dipotong, ada juga yang dipotong tetapi hanya sampai sekira Rp 25.000. Kami akhirnya mempertanyakan kepada Tatang dan mendesak dihilangkannya potongan," kata Abas.

Hal itu dikuatkan oleh rekan Abas, Dadang (40). Ia mengaku bahwa desakan itu membuat sang Pjs. Kades mengembalikan honor yang dipotong tersebut sebesar Rp 50.000.

Akan tetapi, menurut Dadang, pengembalian hanya diberikan kepada 5 orang, sedangkan 4 anggota tim lain yang berasal dari perangkat desa tidak mendapat pengembalian.

"Jadi yang 5 orang akhirnya hanya dipotong Rp 50.000 sedangkan yang 4 orang tetap saja terpotong Rp 100.000," ucapnya.

Rekan Dadang, Hamdan (38) membenarkan bahwa dia tidak mendapat pengembalian. "Saya tetap saja hanya menerima honor Rp 200.000," ujarnya.

Hamdan mengaku enggan berpolemik soal pemotongan tersebut. Namun ia menyayangkan sikap Pjs. Kades yang alih-alih memberi tambahan untuk anggota tim yang sudah bekerja keras dan notabene perangkat berpenghasilan rendah, justru malah memotongnya.

"Kalau mantan Kades yang dulu, tidak pernah melakukan pemotongan honor Pamyah saat Pilgub Jabar 2018. Bahkan melihat honor yang kami terima kecil, justru diberi tambahan dari uang pribadinya," kata Hamdan.

Sementara itu, Tatang masih belum bisa dihubungi saat dimemintai konfirmasi terkait masalah itu. Berkali-kali dicoba, nomor telefon Tatang tetap tidak aktif.***

Bagikan: