Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Masih Banyak Jalan Rusak, Dinas PUTR Kabupaten Bandung Akui Sudah Kucurkan Dana Perbaikan ke Masing-Masing UPT

Handri Handriansyah
ILUSTRASI jalan rusak.*/DOK. PRFMNEWS
ILUSTRASI jalan rusak.*/DOK. PRFMNEWS

SOREANG, (PR).- Mulai tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung sudah mengucurkan langsung anggaran pemeliharaan jalan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing wilayah. Dengan begitu, UPT akan berdaya dan bisa langsung memperbaiki kerusakan jalan ringan dengan anggaran tersebut.

Kepala Seksi Perencanaan pada Bidang Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Imam Yudha mengatakan, secara keseluruhan di Kabupaten Bandung ruas jalan mantap sudah mencapai 80 persen. "Saat ini total ruas jalan kabupaten mencapai 1.160 kilometer. Artinya 232 kilometer yang butuh perbaikan hingga berstatus mantap," ucapnya.

Menurut Imam, anggaran yang dikelola oleh Dinas PUTR setiap tahun sebenarnya bisa menambah jumlah jalan mantap sampai sekitar 7 persen. Namun jumlah itu masih dikurangi dengan jumlah jalan yang menjadi rusak sebesar 3 persen setiap tahun.

Untuk mengurangi jumlah jalan yang menjadi rusak tersebut, Imam melansir pihaknya juga memiliki anggaran pemeliharaan. Namun ia mengakui bahwa sebelumnya anggaran itu baru bisa turun setelah ada pengajuan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah masing-masing.

"Dulu prosesnya agak lama karena UPT harus membuat pengajuan dan menunggu anggaran cair sebelum melaksanakan pemeliharaan. Mulai tahun ini, anggaran pemeliharaan sudah langsung dikelola oleh UPT, jadi UPT sudah berdaya merencanakan, melaksanakan dan mengawasi sendiri program pemeliharaan," tutur Imam.

Imam menambahkan, di Kabupaten Bandung ada sepuluh UPT yang menangani pemeliharaan jalan. setiap UPT rata-rata mengelola anggaran pemeliharaan sampai Rp 1,3 miliar yang cair bertahap setiap triwulan. 

Belum ada pemeliharaan jalan di Ciwidey

Meskipun demikian, kenyataan di lapangan ternyata tidak sesuai harapan. Di wilayah Ciwidey, beberapa waktu laluDi masih ditemukan sejumlah ruas jalan yang rusak dengan lubang-lubang dangkal hingga cukup dalam.

Salah satunya adalah ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Sukawening-Nengkelan-Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey. Padahal jalan tersebut dinilai cukup strategis sebagai jalur utama aktivitas warga serta jalur alternatif kawasan wisata Bandung Selatan.

Salah seorang warga Desa Sukawening, Rohendi (45) mengatakan, jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan cukup parah. "Namun sampai sekarang belum diperbaiki sehingga tak jarang menyebabkan kecelakaan tunggal terutama dialami pengendara sepeda motor," ujarnya.

Adanya keluhan warga dibenarkan oleh Kepala Desa Sukawening Hamdani. "Kalau keluhan sudah banyak yang saya terima dari masyarakat dan sudah saya sampaikan berkali-kali ke pihak terkait," ujarnya.

Meskipun demikian, Hamdani mengakui bahwa dirinya belum sekalipun melihat aktivitas perbaikan jalan di wilayahnya. Jangankan peningkatan status jalan yang memang masih dalam proses lelang, pemeliharaan rutin pun belum pernah ia lihat sejak awal 2019.

Sementara itu Kepala UPT Sarana dan Prasarana wilayah Ciwidey pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Tutun Mustofa mengakui bahwa kondisi ruas jalan Sukawening-Nengkelan-Lebak Muncang memang sudah terbilang rusak parah. Oleh karena itu pihaknya pun tidak bisa melakukan perbaikan hanya dengan menggunakan anggaran pemeliharaan.

"Untuk anggaran pemeliharaan memang ada, tetapi tidak akan mencukupi karena tingkat kerusakannya sudah di atas sepuluh persen. Namun kami sudah mendapat informasi bahwa program perbaikan sudah dianggarkan di Dinas PUTR Kabupaten Bandung tahun ini," tutur Tutun.

Sementara itu untuk pemeliharaan, Tutun melansir bahwa anggaran yang ada akan digunakan untuk perbaikan jalur Ciwidey-Panyocokan. Soalnya di jalur tersebut tingkat kerusakannya masih ringan.

Meskipun demikian, Tutun belum bisa menyebutkan kapan pelaksanaan pemeliharaan itu. Padahal logikanya, dua triwulan sudah berlalu dan 50 persen dari total anggaran pemeliharaan UPT Ciwidey sebesar Rp 1,8 miliar sudah cair.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan Pikiran Rakyat, anggaran pemeliharaan yang dikelola oleh UPT Ciwidey tersebut terbagi menjadi tiga bagian. Selain untuk pemeliharaan jembatan sebesar Rp 400 juta dan drainase Rp 300 juta, Rp 1,1 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan jalan.***

Bagikan: