Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sebagian cerah, 29.5 ° C

Kecelakaan Beruntun Tol Cipali Akibat Supir Bus Diserang Penumpang

Mochammad Iqbal Maulud
PETUGAS  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka.*/ANTARA
PETUGAS Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka.*/ANTARA

‎BANDUNG, (PR).- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi menyatakan penyebab kecelakaan di Tol Cipali KM 150 yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia diakibatkan sopir bus Safari Dharma Raya Nopol H 1469 CB diserang oleh penumpang.

‎"Menurut keterangan saksi yang berada di belakang sopir, tiba-tiba saat sopir sedang menelepon, ada seseorang yang datang ke tempat sopir. Kemudian terjadilah kecelakaan tersebut, meski saat itu ada kernet," kata Rudy saat diwawancarai, Senin, 17 Juni 2019.

Menurut keterangan saksi tersebut, menurut Rudy, pihaknya kemudian mencari tahu seseorang yang melakukan penyerangan ini. "Kami telusuri ada seorang laki-laki bernama Amsor (29) yang merupakan pekerja pada bidang security, dialah yang melakukan penyerangan tersebut," katanya.

Menurut Rudy, Amsor mengaku bahwa dia akan dibunuh oleh sopir dan kernet di bus tersebut. Amsor ini mendengar dirinya akan dibunuh ketika sopir sedang menelepon di bus.

Akibat serangan dari Amsor itu, lanjut Rudy, kendaraan bus menyeberang ke arah berlawanan yaitu dari jalur A atau arah Cirebon ke jalur B arah Jakarta. Ini mengakibatkan kecelakaan beruntun yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

"Jadi rinciannya korbannya adalah 6 orang penumpang Mitsubishi Expander semuanya meninggal. Lalu 3 orang dari Toyota Innova dan 3 orang lainnya adalah merupakan penumpang bus," ucapnya.

Rudy juga menyampaikan terkait laka lantas, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan sistem TAA (Traffic Accident Analysis). "Pengungkapan ini adalah metode ilmiah kita pun akan nunggu hasilnya dari Korlantas Mabes Polri dibantu, Ditlantas Polda Jabar untuk memback up Satlantas Polres Majalengka‎," ucapnya.

Rebutan kemudi

Kasatlantas Polres Majalengka, Ajun Komisaris Polisi Atik Suswanti, tabrakan di tol Cipali tersebut berawal dari dugaan rebutan kemudi bus Safari Dharma Raya oleh dua orang yang berakibat kendaraan hilang kendali. Akibatnya bus menabrak Mitsubishi Xpander, Toyota Innova serta truk di jalur dengan arah berlawanan.

Berdasarkan keterangan dari saudara Amsor (29) yang merupakan seorang security di Cirebon lanjut Atik di tengah perjalanan saudara Amsor memaksa sopir berhenti. "Caranya dengan mengambil alih secara paksa kemudi tersebut, dan terjadi perdebatan dengan pengemudi sehinggga pengemudi kendaraan bus hilang kendali ke kanan. Selanjutnya menyebrang dan terjadi kecelakaan," katanya.

Data sementara korban akibat kecelakaan tersebut 12 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat dan 32 orang luka ringan serta enam orang dinyatakan selamat. Seluruh korban yang meninggal dunia dan terluka kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cireboni dan Rumah Sakit Cideres.

Berikut identitas para korban yang meninggal dunia, di Mitsubishi Expander, yaitu Heruman Taman (59), Rafi (22), Reza (22), Radit (22), Dafa (21) dan Irfan (22) semua beralamat di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Sementara untuk identitas penumpang mobil Toyota Innova yang meninggal yaitu Wiki (21) Jakarta Pusat, Uki (45), Amar (37), Daryono (70) yang beralamat Desa Tarub Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Sedangkan penumpang bis yang meninggal dunia adalah Roni Marttampubolon (38) yang merupakan sopir bus tersebut warga Desa Tulukan Kecamatan Grogol, Kabupaten Karanganyar.‎ Lalu Uswatun Khasanah (25) warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes dan Yulianto (25) warga Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan saksi korban Winda mengatakan bahwa dirinya melihat seorang penumpang yang berusaha diduga mengambil ponsel atau kendali supir sehingga terjadi perdebatan dan mengakibatkan kendaraan hilang kendali ke kanan.

Akibatnya  kendaraan bus masuk median menyeberang ke jalur B, sehingga menabrak kendaraan Toyota Innova. Dibelakang bis ini ada mobil truk yang melaju dan menghindar namun terguling masuk ke median jalan. "Bus melaju ke jalur lambat B menabrak kendaraan Mitsubishi Expander dan menindih kendaraan tersebut," katanya.‎***

Bagikan: