Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Masyarakat Desa Neglasari Gelar Hajat Lembur

Tim Pikiran Rakyat
KETUA Tim Pancer DAS Citarum DPD KNPI Jawa Barat Erlan Suparlan.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
KETUA Tim Pancer DAS Citarum DPD KNPI Jawa Barat Erlan Suparlan.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Untuk melestarikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal, Pancer DAS Citarum DPD KNPI Jawa Barat bekerja sama dengan pemerintah Desa Neglasari Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung akan melaksanakan "hajat lembur" dalam waktu dekat ini. Melalui kegiatan itu dapat mempertahankan kearifan lokal yang terancam dan tergerus oleh budaya modern saat ini. 

"Kita berharap generasi muda ke depan dapat mempertahankan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal," kata Ketua Tim Pancer DAS Citarum DPD KNPI Jawa Barat Erlan Suparlan kepada  wartawan Galamedia, Engkos Kosasih di Majalaya, Sabtu 15 Juni 2019.

Erlan mengatakan, mengadakan hajat lembur itu setelah dirinya bertemnu dengan Kepala Desa Neglasari Asep Zaenal Malik Ibrahim beberapa waktu lalu. Keduanya mengaku ada kekhawatiran pada zaman modern ini, generasi muda dapat menjauhkan dari nilai-nilai luhur sebagai mana para pendahulu orangtua lalu turut melestarikan kearifan lokall.

"Kehidupan para pemuda saat ini menjadi fase kehidupan yang berat," ungkapnya.

Adanya perubahan gaya hidup para pemuda saat ini, imbuh Erlan, bisa disebabkan karena pewarisan yang mengalami distorsi akibat lemahnya persiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman. 

"Sadar akan kondisi tersebut, kami yang merupakan bagian dari unsur pemuda menggagas ide untuk membangkitkan kembali keberadaan nilai-nilai luhur yang selama ini kita ketahui mulai tidak lagi  terimplementasikan. Ide ini kami kemas secara massif menyesuaikan dengan tatanan kehidupan yang ada serta memerhatikan keselarasan dengan cara pandang masyarakat pada umumnya," ungkapnya.

Lebih lanjut Erlan mengatakan, hajat lembur ini bersamaan dengan menyambut hari jadi Desa Neglasari ke-13 tahun, karena ini dalam acaranya nanti pihak desa akan memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berjasa terhadap kemajuan desa.

"Pemerintah desa juga mengajak partisipasi kepada seluruh masyarakat agar mengambil bagian dari penyelenggaraan hajat lembur melalui kreasi seni, kuliner khas desa, tradisi mata pencaharian khas desa, pemeliharaan lingkungan hidup, helaran dan kreasi-kreasi unik lainnya," ajaknya.

Jantung kehidupan

Erlan mengatakan, secara khusus, bagaimana para pemuda menunjukan kemampuan melalui karya-karya inovatifnya serta menunjukan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Harapan lainnya, masyarakat untuk memberikan perhatian pada kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi jantung kehidupan desa. 

"Mengingat  Desa Neglasari merupakan desa yang teraliri Sungai Citarum dan masuk Sektor Empat (Satgas Citarum Harum)  lokasi pembenahan Sungai Citarum berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum," jelasnya.

Erlan menjelaskan, semua kemasan kreasi dilaksanakan secara swadaya dan ditunjang oleh upaya untuk kembali membangkitkan kesadaran masyarakat terkait dengan kepemilikan potensi desa yang dimilikinya selama ini.

"Harapan lain, bagaimana membangun kembali gerakan masyarakat gotong royong serta memupuk kecintaan dan rasa memiliki yang tinggi terhadap desa yang mereka tinggali. Dengan demikian, harapan akan bangkitnya nilai-nilai luhur masyarakat desa akan terimplementasi," paparnya.
Ia mengatakan, hajat lembur itu merupakan ajang langka karena memberikan banyak ruang apresiasi sekaligus pendulangan nilai bagi masyarakat luas yang berada
di sekitarnya.

"Hajat lembur ini menjadi ruang apresiasi yang sangat penting bagi pembentukan karakter pemuda-pemudi," katanya.

Ia juga menilai, kehidupan dan kearifan potensi lokal desa yang masih terpelihara menjadi sandaran tauladan agar pemuda-pemudi tetap memiliki standar nilai yang menjadi  pegangan hidup.
"Kehidupan kedepan tidak perlu lagi dicemaskan. Pemuda-pemuda dapat lebih percaya diri dengan pegangan nilai-nilai luhur bangsanya yang masih hidup. Sesungguhnya pemuda-pemudi pun masih memiliki banyak kesempatan untuk memahami lebih jauh tentang harapan pendahulu- pendahulunya melalui gambaran implementasi kehidupan desa," pungkasnya.***

Bagikan: