Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.4 ° C

Ganti Warna Kemasan, Produk Air Mineral Diharapkan Capai Target

Cecep Wijaya Sari
KARYAWAN  BUMD Kabupaten Bandung Barat menunjukkan produk air mineral dalam kemasan baru, Jumat 14 Juni 2019.*/CECEP WIJAYA/PR
KARYAWAN BUMD Kabupaten Bandung Barat menunjukkan produk air mineral dalam kemasan baru, Jumat 14 Juni 2019.*/CECEP WIJAYA/PR

NGAMPRAH, (PR).- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat PT Perdana Multiguna Sarana kini memproduksi air mineral dalam kemasan (AMDK) baru. Didominasi warna biru, produk dengan merek dagang Lumpaaat ini menggantikan kemasan produk sebelumnya yang bermerek Cermat dengan dominasi warna merah.

Direktur BUMD PT PMGS Denny Ismawan mengungkapkan, AMDK berisi 330 mililiter ini akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi KBB pada 19 Juni nanti. "Tahap awal, akan diproduksi 10.000 botol untuk memenuhi kebutuhan pada Hari Jadi KBB nanti," katanya, Jumat 14 Juni 2019.

Dia menuturkan, produksi AMDK ini masih bekerja sama dengan pihak ketiga. Namun berbeda dengan sebelumnya, kerja sama kali ini dilakukan dengan perusahaan air minum di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Targetnya, produksi AMDK bisa mencapai 12.000 botol dan 5.000 galon per bulan. Namun untuk pemasarannya, masih difokuskan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Saat ini, kami belum memasarkan produk ini secara bebas ke luar. Namun jika ada yang berminat bekerja sama, kami menyambut baik," kata Ismawan.

Dia berharap, produksi AMDK ini bisa lebih meningkatkan pendapatan asli daerah selain dari pelayanan air bersih yang dilakukan BUMD saat ini. Ke depan, BUMD juga berencana mengembangkan unit-unit usaha lainnya.

Meski demikian, menurut Ismawan, BUMD masih membutuhkan tambahan modal yang cukup besar untuk mengembangkan berbagai unit usaha lain. Sebab saat ini saja, pelayanan air bersih belum bisa maksimal lantaran terkendala pembangunan infrastruktur.

Denny mengakui, dibutuhkan investasi besar untuk memperluas jaringan infrastruktur, termasuk untuk memasok ke sejumlah perusahaan. Namun ketika pangsa pasarnya sudah jelas, hal itu bisa diupayakan."BUMD ini kan selain memberikan pelayanan sosial, juga berorientasi bisnis. Jadi, kami bisa terus berkembang jika marketnya sudah ada," katanya. 

Untuk diketahui, BUMD PT PMGS berdiri sejak 2011 dengan penyertaan modal sebesar total Rp 35 miliar dari Pemkab Bandung Barat. Menurut Denny, dibutuhkan tambahan modal sedikitnya Rp 50 miliar dari pemerintah daerah agar perputatan bisnis BUMD terus berkembang.***
 

Bagikan: