Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Sengketa Pilpres 2019, Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Tidak ke MK

Mochammad Iqbal Maulud
APEL Konsolidasi Operasi Ketupat Lodaya dan Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Kamis 13 Juni 2019. Apel tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono, dihadiri pula Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR
APEL Konsolidasi Operasi Ketupat Lodaya dan Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Kamis 13 Juni 2019. Apel tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono, dihadiri pula Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat Jabar untuk tidak pergi ke Jakarta pada pelaksanaan sidang gugatan sengketa hasil Pilpres 2019. Tepatnya di Mahkamah Konstitusi pada Jumat 14 Juni 2019.

"Mari kita serahkan semua prosesnya kepada MK ada tidak adanya keramaian sidang MK tetap berjalan. MK pun tetap akan melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangannya," kata pria yang akrab disapa Emil tersebut, di Mapolda Jabar pada Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Lodaya dan Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019 di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada Kamis 13 Juni 2019.‎

Sebaiknya, menurut Emil, masyarakat Jabar menunggu hasil sidang di rumah masing-masing. Dia menuturkan, masyarakat harus percaya bahwa Indonesia adalah negara hukum. "Jaga kondusivitas warga Jabar, jangan sampai terlibat terlalu jauh, mari kita serahkan keputusannya kepada MK," ucapnya.

Emil juga menyatakan sejauh ini perhelatan demokrasi di Indonesia sudah cukup baik, karena itu Emil pun mengajak masyarakat Jabar untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Yah inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya tentu kita jaga perdamaian persatuan kekompakan, Negara ini suatu hari akan menjadi Negara adidaya, saya meyakini itu asal jangan dibikin perpecahan," ucapnya.

Tak ada penyekatan massa

Sementara itu, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi menuturkan jajarannya tidak akan melakukan penyekatan massa. Menurut Rudy hal ini dikarenakan masyarakat Jabar akan menghormati proses yang tengah berjalan di MK. 

"Kita sudah lakukan imbauan pada masyarakat untuk tidak pergi ke Jakarta sehingga kami usahakan tidak ada penyekatan. Saya minta masyarakat menunggu penjelasan dari MK karena MK saya yakin akan memproses gugatan tersebut sesuai aturan yang ada," ujarnya.

Disinggung mengenai massa dari Jabar, yang akan turun ke Jakarta, Rudy menyampaikan hingga saat ini pihaknya berupaya agar masyarakat Jawa Barat tidak berangkat.‎ "Kita sudah melakukan pendekatan-pendekatan agar aliran massa ke Jakarta tidak ada," ucapnya.

Di tempat yang sama Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI‎ Tri Soewandono menyampaikan hal yang sama. Pangdam berharap tidak ada yang pergi ke Jakarta.

Selain itu dia menyampaikan mengenai sinergitas TNI dan Polri di lapangan, menurutnya sinergitas tersebut hingga kini masih terjaga. "Kita bisa lihat sendiri sampai dengan saat ini kita selalu bersama di lapangan," ucapnya.

Tri juga menegaskan apabila ada oknum prajurit TNI yang tidak menjaga siner‎gitas tersebut akan ada tindakan yang tegas. Hal tersebut menurut dia jika dibiarkan akan membuat soliditas di tubuh TNI Polri ini akan rusak. "Jikalau kita tidak tegas itu akan jadi bibit-bibit yang tidak bagus, kita tetap berusaha dengan Pak Kapolda menjaga Jabar karena kalau aman, pembangunan lancar," ucapnya.

Apel tersebut diikuti sebanyak 1.000 orang personel terdiri dari TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri serta komponen masyarakat lainnya yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2019.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan bagi personil TNI, Polri dan masyarakat yang telah berprestasi dalam melaksanakan tugas dan mendukung Khamtibmas, khususnya pada pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun 2019.‎***

Bagikan: