Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 31.1 ° C

Mudik dan Arus Balik 2019, Jumlah Kendaraan Melintasi Nagreg Menurun

Handri Handriansyah
RELAWAN berkostum superhero Spiderman dan IronMan menghibur pengendara yang melintasi jalur Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. Kepolisian Jawa Barat mengerahkan relawan berkostum superhero guna menghibur pengendara yang terkena kemacetan akibat kepadatan kendaraan maupun saat buka tutup jalur pada arus balik 2019. */ANTARA
RELAWAN berkostum superhero Spiderman dan IronMan menghibur pengendara yang melintasi jalur Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. Kepolisian Jawa Barat mengerahkan relawan berkostum superhero guna menghibur pengendara yang terkena kemacetan akibat kepadatan kendaraan maupun saat buka tutup jalur pada arus balik 2019. */ANTARA

SOREANG, (PR).- Jumlah kendaraan yang melintasi jalur mudik Cileunyi dan Nagreg, Kabupaten Bandung tahun ini menurun hingga sekitar 6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebaliknya, jumlah kendaraan wisatawan ke wilayah Bandung Selatan justru mengalami lonjakan hingga 15 persen.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, selama Operasi Ketupat Lodaya H-7 sampai H+3 Idulfitri 1440 H/2019 M, tercatat sebanyak 434.385 unit kendaraan keluar dari gerbang tol Cileunyi. Jumlah itu turun sekitar 9,84 persen dibandingkan 2018 yang mencapai 481.814 unit.

Hal serupa juga terjadi pada jumlah kendaraan yang masuk gerbang tol Cileunyi. Jika pada 2018 ada sekitar 409.549 unit kendaraan yang masuk, tahun ini turun 3,45 persen menjadi 395.428 unit.

Tak berbeda jauh, jumlah kendaraan yang melalui jalur nagreg pun mengalami penurunan baik saat arus mudik maupun arus balik. "Saat arus mudik dari arah Bandung ke Garut/Tasikmalaya, tahun ini ada 961.867 kendaraan yang lewat," ucapnya.

Jumlah itu dilansir Hasby, berkurang 65.538 unit (6,38 persen) dibandingkan dengan 2018 sebanyak 1.027.405 unit. Pun begitu saat arus balik yang tercatat hanya ada 729.623 unit kendaraan yang melewati Nagreg dari arah Garut/Tasikmalaya menuju Bandung, atau turun 2,29 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 746.734 unit.

SUASANA antrean kendaraan yang melintasi jalur Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. Pada H+3 lebaran 2019 volume kendaraan arus balik yang melintasi jalur selatan Jawa Barat tepatnya di Nagrek menuju Bandung-Jakarta dan arah sebaliknya terpantau padat.*/ANTARA

Wisata Bandung Selatan

Di sisi lain, Hasby mengatakan bahwa jumlah kendaraan wisatawan yang menuju kawasan Bandung Selatan seperti Ciwidey, justru mengalami peningkatan cukup tajam. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kendaraan yang masuk dan keluar gerbang tol Soreang selama H-7 sampai H+3.

Menurut Hasby, jumlah kendaraan yang keluar gerbang tol Soreang tahun ini mencapai 144.146 unit atau naik 14,99 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 125.356 unit. Begitu juga kendaraan yang masuk gerbang tol Soreang meningkat dari 131.834 unit pada 2018 menjadi 148.963 unit.

Hasby menegaskan, puncak kepadatan arus mudik tahun ini, terjadi pada H-2 atau 3 Juni 2019. Di hari tersebut kendaraan yang melintasi jalur Nagreg mencapai 100.767 unit. 

Sementara puncak arus balik terjadi pada H+3 atau 9 Juni 2019 dengan volume kendaraan mencapai 133.554 unit. "Kepadatan juga terjadi pada hari H1 dan H2 lebaran di mana jumlah kendaraan yang melintasi Nagreg mencapai 102.879 dan 117.237 unit," ujar Hasby.***

Bagikan: