Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 16.7 ° C

Libur lebaran, empat bus pariwisata yang digunakan di lembang tak laik jalan

Hendro Susilo Husodo
ILUSTRASI bus pariwisata.*/DOK. PR
ILUSTRASI bus pariwisata.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Selama libur Lebaran kemarin, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat mendapati empat bus pariwisata yang melanggar aspek teknis keamanan laik jalan. Petugas pun mengambil tindakan tegas agar bus diganti oleh kendaraan lain.

Kepala Dishub KBB Ade Komarudin didampingi Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Eman Sulaeman mengatakan, empat kendaraan yang bermasalah itu ditemukan dalam pelaksanaan ramp check yang digelar pada Rabu, 5 Juni 2019, hingga Minggu, 9 Juni 2019, di Lembang. "Hasil pelaksanaan ramp check selama lima hari di Lembang, kami mendapati ada empat bus pariwisata yang tidak laik jalan. Ada sejumlah kerusakan dan beberapa komponen kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik," terangnya di Padalarang, Rabu, 12 Juni 2019.

Menurut dia, ramp check yang dilaksanakan difokuskan di tempat wisata Floating Market, karena tempat tersebut menjadi salah satu lokasi yang banyak didatangi oleh bus-bus wisatawan yang berkunjung ke Lembang. Selain bus pariwisata, mobil pribadi juga turut dilakukan pemeriksaan. "Jadi totalnya itu kami telah memeriksa sebanyak 50 kendaraan, baik mobil pribadi maupun bus, dan hasilnya itu ada empat bus pariwisata yang tidak lulus uji ramp check," tekannya.

Dia merincikan, pada hari pertama pelaksanaan ramp check terdapat tiga kendaraan yang diperiksa dan seluruhnya dinyatakan laik jalan. Begitupun pada hari kedua, sebanuak sembilan kendaraan baik mobil pribadi maupun bus yang diperiksa seluruhnya dinyatakan laik jalan. 

Baru pada pemeriksaan di hari ketiga, terang dia, dari delapan kendaraan yang diperiksa ditemukan dua kendaraan yang tidak laik jalan. Selanjutnya, di hari keempat dan kelima masing-masing ada satu kendaraan yang dinyatakan tidak lulus uji.

Menurut Ade, temuan bus pariwisata yang tidak laik jalan itu cukup ironis, karena bus tersebut tengah membawa wisatawan yang sedang liburan ke Lembang. Ketika aspek teknis atau komponen kendaraan ada yang tidak berfungsi dengan baik, maka sangat membahayakan terhadap keselamatan penumpang ataupun kendaraan lainnya. 

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya mengambil langkah tegas sebagai antisipasi terjadi kecelakaan saat dikendarai. Ade menjelaskan, tujuan dari ramp check ialah sebagai untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat pengguna jasa angkutan umum. Pemeriksaan difokuskan pada tiga unsur utama, yaitu administrasi, teknis, dan penunjang. 

Unsur administrasi meliputi SIM umum, STNK, serta kelulusan uji seperti buku uji, plat uji dan stiker bukti kelulusan uji. Kemudian unsur teknis mencakup sistem penerangan, sistem pengereman, serta kelaikan ban depan dan ban belakang kendaraan. Sementara unsur penunjang yang diperiksa adalah pengukur kecepatan (speedometer), sabuk keselamatan pengemudi, kaca depan dan penghapus kaca depan (wiper), juga kaca spion dan klakson.***

 

Bagikan: