Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Dinosaurus Merana, Taman Tegalega Ditutup Sementara Padahal Belum Sebulan Dibuka

Muhammad Fikry Mauludy
SUASANA Taman Tegalega, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat, 24 Mei 2019. Taman yang sempat tertunda pembangunannya tersebut kini sudah terbuka untuk umum.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SUASANA Taman Tegalega, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat, 24 Mei 2019. Taman yang sempat tertunda pembangunannya tersebut kini sudah terbuka untuk umum.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Belum sebulan dibuka penuh, area wisata lampion di Taman Tegalega harus ditutup untuk perbaikan. Sejumlah fasilitas diduga rusak oleh pengunjung.

“Karena alasan keamanan bagi pengunjung juga. Area Lampion Park di Taman Tegalega kami tutup sementara untuk perbaikan. Target kami Sabtu 15 Juni 2019 sudah dapat dibuka kembali,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung, Dadang Dharmawan, Rabu 12 Juni 2019.

Dadang mengatakan, kerusakan terjadi di area yang memang sedang menjadi target para pengunjung yakni taman lampion. Area itu diisi struktur ragam dinosaurus warna-warni. Namun, para pengunjung tidak mengindahkan papan larangan mengakses patung-patung dinosaurus itu.

Dadang mengatakan, sejumlah fasilitas di area Lampion Park Taman Tegalega tersebut mengalami kerusakan lantaran banyaknya pengunjung yang datang saat ibur panjang Idulfitri 2019.

“Perbaikan dilakukan karena banyak jaringan kabel yang korsleting dan pagar pembatas yang rusak karena membludaknya pengunjung pada saat musim libur,” katanya.

Penutupan Taman Tegalega, kata dia, dilakukan agar perbaikan bisa lebih terfokus sehingga bisa selesai sesuai target. Penutupan area Lampion Park diperkirakan berlangsung empat hari terhitung mulai 11Juni 2014.

SUASANA Taman Tegalega, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat, 24 Mei 2019. Taman yang sempat tertunda pembangunannya tersebut kini sudah terbuka untuk umum. */ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Area baru hasil revitalisasi itu berada satu bagian dengan ikon baru amfiteater Taman Tegallega yang bisa dilihat langsung dari Jalan Peta. Di belakang ampiteater itu, terdapat patung Tyranosaurus Rex dan beberapa lampion dinosaurus.

Semenjak dibuka penuh, area Lampion Park Taman Tegalega memang jadi daya tarik publik, terutama anak-anak. Namun, struktur dinosaurus itu terbuat dari bahan yang rentan rusak. Lampion terbuat dari kerangka yang dibalut kain sintetis.

Rangka dinosaurus di Taman Tegalega berdiri di atas rumput sintetis dengan ornamen bebatuan. Sebetulnya, setiap struktur dinosaurus sudah dikelilingi pagar agar tidak mudah diakses. Papan peringatan agar pengunjung tidak melintasi pagar juga sudah terpasang. Petugas keamanan hadir di beberapa titik, meski tidak seluruh area.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung Iwan Sugiono mengatakan, jumlah pengunjung mengalami lonjakan saat libur Ramadan dan Lebaran.

Antusiasme pengunjung Taman Tegalega yang tidak terkendali itu, kata dia, ditambah dengan perilaku usil telah merusak fasilitas yang ada. Sementara itu, konsentrasi petugas keamanan harus terbagi untuk area lain di taman seluas 17 hektare tersebut.

“Ada taman lampion, bahannya dari sintetis. Oleh pengunjung dipakai selfie, ada juga yang ditunggangi. Jadi, banyak yang sobek-sobek. Pagar pembatas roboh. Di situ banyak lampu. Jadi, kami rapikan. Kerugian diperkirakan Rp 50 juta,” kata Iwan.***

Bagikan: