Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Cerah berkabut, 31.2 ° C

Batal Lagi, BIJB Kertajati Tetap Tidak Bisa Digunakan untuk Musim Haji 2019

Sarnapi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.*/ADE BAYU INDRA/PR
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG,(PR).- Meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kementerian Agama Jabar berusaha keras agar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, bisa memberangkatan jemaah haji untuk musim haji tahun 2019/1440 H, namun kenyataan berbicara lain. BIJB belum bisa dipergunakan untuk penerbangan haji sehingga pemberangkatan dan pemulangan haji tetap memakai Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Ternyata untuk menjadikan bandara pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tak semudah yang dibayangkan. Banyak instansi di Indonesia maupun Arab Saudi yang terlibat," kata Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H.A. Buchori, saat dihubungi, Sabtu, 8 Juni 2019.

Dia menambahkan, untuk membuka slot penerbangan dari BIJB tidaklah mudah. Upaya itu harus melibatkan berbagai instansi di Indonesia, baik Kementerian Perhubungan, AirNav, dan lain-lain. Belum lagi instansi di Arab Saudi, termasuk pihak penerbangan Arab Saudi yang melayani jemaah haji asal Jabar.

Selain itu, ada pula biaya tambahan bila membuka penerbangan dari BIJB Kertajati, baik untuk avtur maupun personel dari pihak penerbangan. "Kan harus ada penempatan teknisi, maupun personel lain untuk mengurus adanya penerbangan haji," katanya.

FOTO udara landasan Bandara Kertajati di Majalengka. PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan pengembangan landasan pacu yang mencapai 3.000 X 60 meter di Bandara Kertajati akan rampung pada Oktober mendatang.*/ANTARA

Asrama haji pun belum ada

Persoalan lainnya berkaitan dengan asrama haji karena Kemenag baru akan mulai membangun asrama haji di Indramayu pada tahun 2019 ini. Karena itulah, BIJB Kertajati baru bisa dipakai penerbangan haji pada tahun depan.

"Belum adanya asrama haji sehingga Bandara Kertajati belum bisa dipakai untuk penerbangan haji. Tahun lalu juga terkendala masalah yang salah satunya asrama haji ini," katanya.

Rencananya, asrama haji akan dibangun di daerah Indramayu karena Pemkab Indramayu sudah menghibahkan tanah sekitar delapan hektare. Jarak antara asrama haji Indramayu ke BIJB Kertajati sekitar 45 menit perjalanan dengan bus.

Asrama haji yang akan dibangun itu sekelas hotel bintang tiga dengan kapasitas tiga kloter per hari atau sekitar 1.200 orang jemaah. Kapasitas asrama haji Indramayu sama dengan Asrama Haji Bekasi.

“Nantinya akan melayani jemaah haji Jawa Barat bagian timur seperti Kabupaten Majalengka, Indramayu, Cirebon, Ciamis, Kuningan, Banjar, dan Tasikmalaya. Bahkan sebagian Jawa Tengah bagian barat seperti Brebes, Tegal, dan Banyumas bisa ke Asrama Haji Indramayu," ujarnya.

Selain asrama haji yang belum tersedia, menurut Buchori, fasilitas landasan pacu BIJB Kertajati juga belum memenuhi syarat untuk penerbangan pesawat berbadan lebar.

"Akhirnya, untuk tahun ini, semua jemaah haji Jawa Barat akan tetap memakai Asrama Haji Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta. Kami tetap berupaya agar ada satu kloter minimal kloter terakhir yang berangkat dari Bandara Kertajati," katanya.

Buchori pun optimistis pemberangkatan jemaah haji melalui BIJB Kertajati bisa dilakukan tahun depan. Asalkan, masalah teknis penerbangan baik dengan lintas instansi di Indonesia maupun Arab Saudi diurus mulai sekarang.

JAMAAH Haji.*/DOK PR

Peningkatan pelayanan untuk musim haji 1440 H/2019

Mengenai peningkatan pelayanan haji, Buchori mengatakan, pemerintah memberikan peningkatan pelayanan pada pelaksanaan musim haji tahun 1440 H/2019. Di antaranya adalah penempatan hotel sesuai dengan zonasi provinsi.

"Dampaknya, jemaah calon haji akan tinggal dengan jemaah se-daerah, katering juga bisa dengan makanan khas daerah, dan memudahkan apabila ada jemaah tersesat," ujarnya.

Sebelumnya, penempatan hotel bersifat acak karena dengan cara diundi atau qurah. "Hotel di daerah Aziziyah misalnya, diisi jemaah dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan provinsi-provinsi lainnya atau acak,,” katanya.***

Bagikan: