Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 21.7 ° C

Nazaruddin, Setya Novanto, dan Remisi Lebaran 2019 di Lapas Sukamiskin

Yusuf Wijanarko
Narapidana.*/DOK. PR
Narapidana.*/DOK. PR

BANDUNG,(PR).- Bekas bendahara umum Partai Demokrat yang menjadi narapidana kasus korupsi, M Nazaruddin mendapatkan remisi 2 bulan saat Lebaran 2019.

"Untuk yang terkenal ,kalau kasus korupsi, Nazaruddin saja. Dia juga sebelumnya sudah mendapatkan, jadi ini cuma mengikuti," kata Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Rabu 5 Juni 2019.

Tejo Harwanto mengatakan, Nazaruddin telah mendapatkan beberapa kali remisi khusus selama menjadi narapidana. Selama mendekam di Lapas Sukamiskin, Nazaruddin sudah mendapatkan 7 kali remisi.

"Nazaruddin dapat 2 bulan. Dia dapat (remisi) yang ketujuh. Setahun, remisi bisa 2 kali," kata dia seperti diberitakan Antara.

Pada Lebaran 2019, kata dia, Lapas Sukamiskin mengusulkan 128 narapidana muslim untuk mendapatkan remisi Lebaran. Sebanyak 36 di  antaranya merupakan narapidana tindak pidana korupsi sedangkan sisanya merupakan narapidana umum.

Menurut Tejo Harwanto, usulan 128 narapidana Lapas Sukamiskin untuk mendapat remisi secara keseluruhan telah disetujui Kementerian Hukum dan HAM.

"Jadi, semua usulan kami disetujui karena telah memenuhi persyaratan. Besaran remisi yang didapat dari 15 hari sampai 2 bulan," kata dia.

Setya Novanto tidak dapat remisi

Sementara itu, narapidana tindak pidana korupsi lainnya seperti Setya Novanto, tidak mendapatkan remisi. Karena, kata Tejo Harwanto, ada persyaratan khsusus bagi narapidana tindak pidana korupsi untuk mendapatkan remisi Lebaran. Syarat itu di antaranya mendapatkan status justice collaborator dari KPK dan hukuman pidananya tidak besar.

"Untuk mendapat remisi memang sulit, salah satunya harus ada JC dari KPK. Lalu, memang harus membayar denda dan sebagainya. Kalau hukumannya besar, tapi tidak membayar, tidak mendapatkan remisi," kata dia.***

Bagikan: