Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Umumnya cerah, 23.8 ° C

Di Majalaya, Selongsong Ketupat Dijual Rp 1.500,00

Tim Pikiran Rakyat
MEJELANG lebaran, penjual selongsong ketupat mulai bermunculan di kawasan Majalaya.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
MEJELANG lebaran, penjual selongsong ketupat mulai bermunculan di kawasan Majalaya.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Di penghujung bulan suci Ramadan 1440 Hijriah, Senin 3 Juni 2019, para perajin ketupat terlihat marak di kawasan penjuru Kota Majalaya Kabupaten Bandung. Mereka terlihat memasarkan selongsong ketupat yang terbuat dari daun kelapa hijau maupun kuning. 

Selongsong ketupat yang dipasarkan itu dibuat langsung oleh para perajin ketupat di tempat penjualan. Mereka pun terlihat sudah ahli membuat dan merangkai selongsong ketupat hingga berbentuk bujur sangkar. Karena memang sebelumnya, para perajin tersebut sudah melewati proses pelatihan dalam bidang usaha musiman tersebut. 

Mereka menjual selongsong ketupat untuk makanan pada hari H Lebaran, yang diperkirakan jatuh pada, Rabu 5 Juni 2019 itu sejak Senin pagi. Diperkirakan, mereka memasarkan selongsong ketupat tersebut sampai Selasa 4 Juni 2019 besok. 

"Kakak ipar saya, Mae (30), setiap tahun memanfaatkan momentum di penghujung bulan suci Ramadan ini untuk membuat bungkus ketupat dan langsung dipasarkan," kata Nani (32), adik ipar Mae kepada kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasi di sela-sela membuat bungkus ketupat dan melayani pembeli bungkus ketupat di Jalan Babakan Desa Majalaya, Senin siang. 

Nani mengaku, belajar menjual bungkus ketupat merupakan yang pertama pada bulan yang diagungkan Allah SWT ini. "Kalau kakak ipar saya setiap tahun menjual selongsong ketupat. Saya ingin merasakan dan ingin tahu bagaimana menjual bungkus ketupat, seperti yang dilakukan kakak ipar setiap tahunnya," aku Nani, warga Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. 

Namun disinggung sudah berapa banyak selongsong ketupat yang terjual, ia mengaku tak menghitungnya. Setiap selongsong ketupat dijual Rp 1.500,00. Dalam satu ikat itu berisi 10 selongsong, sehingga dipasarkan Rp 15.000,00/ikat.

"Saya menjual Rp 15.000,00 per ikat karena bahan baku daun kelapanya beli dan mahal.  Ada yang menawar kurang dari harga yang sudah ditentukan tak dikasih, soalnya daun kelapanya beli, bukan memetik sendiri dari pohon kelapa milik sendiri. Jadi harganya disesuaikan dengan pembelian bahan baku daun kelapa," katanya.***

Bagikan: