Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Bupati Bandung Barat Rencanakan Pembangunan Jalur Alternatif di Padalarang

Hendro Susilo Husodo
BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutisna melakukan pencatatan di sela pemantauan di posko mudik Padalarang, Sabtu, 1 Juni 2019.*/HENDRO SUSILO/PR
BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutisna melakukan pencatatan di sela pemantauan di posko mudik Padalarang, Sabtu, 1 Juni 2019.*/HENDRO SUSILO/PR

 

NGAMPRAH, (PR).- Kepadatan kendaraan yang melewati kawasan Padalarang selama arus mudik Lebaran 2019 menjadi perhatian bagi Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Untuk mengantisipasi kemacetan yang kian parah, dia menilai diperlukan pembangunan jalan alternatif di sekitar Padalarang.

"Saya memantau arus mudik ini, ternyata kendaraan satu hari satu malam itu hampir 124.000 kendaraan yang lewat. Itu kan banyak banget," kata Umbara, di sela pemantauan lalu lintas dan posko mudik di Padalarang.

Sebagai Bupati, Umbara baru pertama kali melakukan pemantauan arus mudik di Padalarang. Meski begitu, sebelum jadi Bupati, dia sudah dua kali menjabat sebagai Ketua DPRD Bandung Barat dan berkantor di Padalarang. Oleh karena itu, Umbara mengerti betul kepadatan kendaraan di kawasan Padalarang.

"Kendaraan selama arus mudik saat ini sudah sangat meningkat, dan ini harus cepat diantisipasi. Kalau tahun depan masih seperti ini, kemungkinan bisa macet total juga. Tentu saya berpikir, harus ada jalan alternatif dan Pasar Tagog Padalarang harus segera direvitalisasi (agar tak menimbulkan kemacetan)," katanya.

Dia menambahkan, jalan alternatif yang menghubungkan Kota Baru Parahyangan dengan daerah Gunungmasigit juga harus segera dibangun. Kalau tidak segera dibangun, kata Umbara, maka kemacetan kendaraan bisa memakan waktu 3-4 jam cuma untuk di Padalarang. 

"Jumlah kendaraan di sini (Padalarang) juga melebihi Lembang. Namun, Lembang itu biasanya ramai setelah Lebaran. Kalau sekarang, belum. Kalau di sini (Padalarang), saya belum tahu apakah setelah Lebaran ramai juga atau tidak. Namun, di sekitar sini memang belum ada objek wisata," katanya.

Ke depan, menurut Umbara, di Kota Baru Parahyangan bakal dibangun tempat rekeasi dan tempat perbelanjaan. Dengan demikian, kawasan Padalarang bisa semakin ramai. "Ini harus cepat diantisipasi, tentu saja harus cari jalan-jalan alternatif yang bisa tidak terlalu macet buat dilewati pemudik," tukasnya.***

Bagikan: