Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Kerusuhan di Jakarta Berimbas pada Pariwisata Bandung

Hendro Susilo Husodo
OBJEK wisata Tangkuban Parahu.*/DOK. PR
OBJEK wisata Tangkuban Parahu.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada 21-22 Mei lalu memengaruhi kunjungan wisata ke Bandung dan sekitarnya. Akibat dari kerusuhan tersebut, jumlah wisatawan yang relatif sedikit pada bulan Ramadan malah mengalami penurunan hingga 60 persen.

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung (IP2B) Marshalino, di sela acara "Indahnya Berbagi IP2B" di Floating Market, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu, 29 Mei 2019. "Selama Ramadan wisatawan memang sepi, itu terjadi di mana-mana, tapi di Bandung tidak sesepi tahun ini. Dibandingkan Ramadan tahun lalu, kunjungan wisata kali ini turun sekitar 60 persen. Soalnya, ada efek dari kerusuhan di Jakarta," kata Marsel, panggilan Marshalino.
 

Menurut dia, pada bulan puasa wisatawan lokal secara umum memang mengalami penurunan yang signifikan. Namun, tingkat kunjungan wisatawan asing masih cukup banyak. Akan tetapi, kerusuhan di Jakarta membuat turis asing juga ikut berkurang secara drastis.

"Mereka yang sudah booking rata-rata tetap berangkat, meski terkadang ada juga yang cemas. Nah, wisatawan asing yang baru mau pergi, yang terasa sekali penurunannya itu. Soalnya, pemerintah asal wisatawan asing itu kan mengeluarkan travel advisory," katanya.

Dia menyontohkan, wisatawan asal Singapura, Tiongkok, Australia, atau Malaysia jadi jauh berkurang setelah pemerintah setempat mengeluarkan anjuran perjalanan bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia. Dampaknya, wisatawan ke Bandung pun ikut terasa. 

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena stabilitas politik turut berpengaruh terhadap pariwisata. Paling yang bisa kami lakukan ialah mempromosikan kepada wisatawan yang kami antar, bahwa Bandung itu aman, enggak ada masalah seperti di Ibu Kota," tuturnya. 

Marsel berharap, tingkat kunjungan wisata ke Bandung dan sekitarnya dapat segera membaik kembali. Apalagi, menjelang Lebaran wisatawan lokal pun mulai banyak yang melakukan perjalanan. "Mudah-mudahan pada pertengahan Juni wisatawan lokal dan asing sudah ramai seperti biasa lagi," ucapnya.

Sementara itu, di dalam acara "Indahnya Berbagi IP2B" puluhan anak yatim dan dhuafa yang berasal dari wilayah Bandung Raya melakukan buka puasa bersama dengan para anggota IP2B. Anak-anak dari sejumlah yayasan itu pun mendapat santunan dan bingkisan.***

Bagikan: