Pikiran Rakyat
USD Jual 13.986,00 Beli 14.084,00 | Umumnya cerah, 33 ° C

Ditangkap karena Kasus Curas, Wawan Ternyata Buron Pembunuhan 2013

Ririn Nur Febriani
Gelar kasus pengeroyokan yang berujung kematian pada 24 Mei 2013 silam.*/RIRIN N.F/PR
Gelar kasus pengeroyokan yang berujung kematian pada 24 Mei 2013 silam.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Sempat menghilang 6 tahun, buronan kasus pembunuhan terhadap Saripudin pada 24 Mei 2013 silam, Wawan alias Xl, berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Cimahi. Hal itu membuat pelariannya terhenti dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengungkapkan pihaknya berhasil mengamankan pelaku pembunuhan pada 2013 silam. Pelaku diduga saat itu hendak melakukan pencurian dengan pemberatan.

"Alhamdulillah, Satreskrim Polres Cimahi mengamankan DPO pembunuhan pada 2013. Pelaku hendak melakukan aksi curas, namun tidak berhasil karena petugas meringkus terlebih dahulu," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa, 28 Mei 2019. 

Diduga, awalnya Wawan bersama komplotannya hendak melakukan pencurian dengan pemberatan. Namun belum sempat mencuri, petugas langsung mengamankan pelaku.

"Pelaku saat itu sedang melakukan aksinya mengeroyok korban. Dari kasus itu, kita mengembangkan dan ternyata dia DPO yang kita cari atas pembunuhan pada 2013 lalu," katanya.

Saat diamankan, tersangka melakukan perlawanan dengan sehingga terpaksa diambil tindakan tegas terukur. "Pelaku melawan dan membahayakan jiwa petugas sehingga dilakukan tindakan penembakan di bagian kaki," ungkapnya.

Pelaku pembunuhan lain, Cuntaka Wiryawan alias Bacun sudah ditangkap dan menjalani hukuman. Dari tangan pelaku diamankan sebilah badig dengan gagang berwarna coklat
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana. Dengan ancaman kurungan hukuman penjara 12 tahun.

Pelaku, Wawan alias XL mengaku usai melakukan pengeroyokan yang berujung kematian kabur ke Pangalengan menuju rumah istrinya. "Saya memang kabur ke Pangalengan karena ada rumah istri. Sempat juga sebentar ke Garut," ujarnya.

Dirinya mengetahui korban meninggal dari temannya yang tidak ikut pengeroyokan. "Tahu dari teman yang menelefon. Tahu juga kalau ada teman yang ketangkap. Baru sekitar 5 bulan pulang ke Cimahi, lalu ketangkap," ungkapnya.

Tewasnya Didin Sarifudin (33) warga Kp. Cibogo di Kp. Hujung Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Jumat, 24 Mei 2013 silam diduga dipicu tawuran warga antara Kp. Hujung dan Kp. Cibogo. Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah, patah jempol kiri, patah kaki kiri, dan punggung retak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun "PR" pada 2013 lalu, tawuran dua kelompok pemuda beberapa kali terjadi. Antar keduanya terus berupaya didamaikan pengurus wilayah.***

Bagikan: