Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.8 ° C

Penyebar Hoaks Anggota Brimob dari Tiongkok Telah Ditahan

Mochammad Iqbal Maulud
KABID Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, saat memberikan keterangan terkait berita hoaks mengenai tentara Brimob dari Tiongkok di Ditreskrimum Polda Jabar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 27 Mei 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
KABID Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, saat memberikan keterangan terkait berita hoaks mengenai tentara Brimob dari Tiongkok di Ditreskrimum Polda Jabar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 27 Mei 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Tim Cyber Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat telah mengamankan pelaku penyebar hoaks yang sempat viral di media sosial. Hoaks tersebut adalah mengenai personel Brimob yang wajahnya mirip dengan tentara Tiongkok.

‎Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan, pelaku penyebar hoaks tersebut bernama YHA (40). Diketahui, YHA merupakan warga asal Majalengka ‎dan baru diamankan kepolisian pada Sabtu, 25 Mei 2019, di kediamannya.

‎"Pelaku sudah menyebarkan konten foto mengenai‎ anggota Brimob seperti tentara China pada 21 Mei 2019 lalu. Pada foto tersebut terdapat caption foto dengan tulisan, 'perhatikan warna kulit dan mata sipit anggota Brimob ini amat mencurigakan, jangan-jangan tentara Cina yang menyamar’," kata Truno di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada Senin, 27 Mei 2019.

Menurut Truno, melalui penelusuran tim cyber dari Polda Jabar, pelaku mulanya menyebarkan berita hoaks di grup Whatsapp. Grup Whatsapp tersebut adalah grup dengan nama Rumah Smart Indonesia yang memiliki ratusan anggota.

"Karena itu, mudah sekali tersebar, hanya dalam beberapa menit setelah posting-an tersebut disebarkan maka posting-an tersebut menjadi viral. ‎Akibatnya setelah viral, menjadi ujaran kebencian yang membahayakan publik," katanya.

Ketika penangkapan, dari tangan pelaku, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti. Barang  bukti tersebut ‎yaitu satu buah laptop, dua unit ponsel, satu unit kartu memori merk Vgen, dan satu buah kartu perdana Telkomsel. 

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 14 ayat 1, 2, Jo pasal 15 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 207 KUHP. Sementara ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," ucapnya.

ILUSTRASI hoaks di aplikasi WhatsApp.*/Ist

Hoaks mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa

Truno pun menyatakan harapannya supaya kejadian itu tidak akan terulang lagi. Ujaran kebencian ataupun hoaks tersebut dapat mengganggu stabilitas nasional‎, apalagi saat suasana pascapemilu seperti sekarang.

"Kita sama-sama jaga persatuan jangan sampai persatuan dan kesatuan ini terganggu karena banyaknya berita hoaks di lapangan. Selain itu masyarakat pun kami minta pro aktif apabila menemukan adanya konten-konten hoaks tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut keterangan YHA, dia tidak memiliki niat secara murni untuk menyebarkan konten kebencian melalui media sosial. "Saya hanya menanyakan benarkah berita ini, sambil mengirimkan foto di grup tersebut. Tidak ada niat saya lakukan ujaran kebencian," ucapnya.

Seperti diketahui, tentara Brimob yang diduga berasal dari Tiongkok tersebut merupakan warga Sumatra. Hal ini sudah diklarifikasi oleh pihak kepolisian. Bahkan, istri dari anggota Brimob tersebut telah mengklarifikasi hal tersebut.***

Bagikan: