Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Pasar darurat Kosambi Sudah Dibuka

Muhammad Fikry Mauludy
SEJUMLAH petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung terus berupaya secara bergiliran untuk memadamkan api yang membakar lantai dasar Pasar Kosambi yang terjadi sejak Sabtu malam di Jalan Jend. A. Yani, Minggu, 19 Mei 2019. Akibat buruknya sistem sirkulasi udara, petugas mengakui kesulitan memadamkan api, hingga minggu sore api belum berhasil dipadamkan.*/ADE MAMAD/PR
SEJUMLAH petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung terus berupaya secara bergiliran untuk memadamkan api yang membakar lantai dasar Pasar Kosambi yang terjadi sejak Sabtu malam di Jalan Jend. A. Yani, Minggu, 19 Mei 2019. Akibat buruknya sistem sirkulasi udara, petugas mengakui kesulitan memadamkan api, hingga minggu sore api belum berhasil dipadamkan.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- Pedagang Pasar Kosambi mulai menata kembali lapak dagangan di Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) yang bertempat di halaman depan gedung. PD Pasar Bermartabat Kota Bandung mengajak warga Bandung untuk meramaikan pasar darurat Kosambi yang sempat terbakar beberapa hari lalu.

Ajakan itu disebarkan untuk membantu para pedagang dalam berbagi keuntungan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah seorang pedagang Pasar Kosambi, Tata (68) menuturkan, seperti tahun-tahun sebelumnya masa menjelang Lebaran biasanya menjadi bonus tahunan

“Seharusnya ini jadi masa ramai-ramainya pelanggan, pembeli. Tetapi kalau sudah begini mah, ya, jalanin sedapatnya aja. Soalnya mau tinggal beberapa hari Lebaran, susah (kejar pendapatan),” tuturnya, seusai pertemuan pembagian lapak pedagang, di pelataran Pasar Kosambi, Bandung, Senin, 27 Mei 2019.

Kondisi gedung Pasar Kosambi yang terbakar masih belum dapat diakses. Kepolisian masih melakukan penyelidikan. Sementara Dinas Tata Ruang Kota Bandung dan ahli dari Institut Teknologi Bandung tengah melakukan uji struktur untuk menguji dampak ketahanan bangunan akibat kebakaran selama lebih dari 40 jam.

Di halaman depan, saat ini telah berjajar rapi barisan meja berbahan triplek. Masing-masing meja berukuran sekitar 120x60 sentimeter. Penataan lapak diatur rapi dengan menyisakan jalur pengunjung selebar satu meter.

Tata merupakan pedagang lama yang mulai berjualan di Pasar Kosambi sejak 1970. Ia sempat mengalami kebakaran di gedung yang sama. Oleh karena itu, ia meminta pengelola pasar untuk segera memikirkan masa depan pedagang saat dibolehkan kembali ke gedung.

“Misalkan nanti kondisi kembali ke gedung, ya, kami meminta keringanan dan bantuan perlengkapan. Seperti saya yang berjualan ikan Mas, butuh bak buat ikan. Sekarang kan darurat, belum ada,” ujarnya.

Sementara itu, PJs Direktur Utama PD Pasar Bermartabat, Andri Salman mengatakan, dari hasil pendataan penampungan sementara diisi 216 meja, sementara 135 pedagang dipindah ke lantai 1 dari semi basemen. Sebanyak 135 pedagang itu berjualan barang berkategori berat, seperti beras dan aneka oleh-oleh.

Barang dagangan dengan stok besar itu tidak mungkin mengisi lapak TPPS 1.5 x 1.5 meter. Maka, mereka akan diarahkan ke lantai 1. Meski begitu, lantai 1 masih tidak boleh digunakan hingga saat ini. Kepolisian juga sudah mewanti-wanti untuk tidak diisi sebelum ada kepastian hasil uji struktur.

“Saya mencoba proses ini tidak lama kalau bisa satu bulan selesai. Lantai 1 tidak dibuka atau tidak mengizinkan pedagang berjualan di lantai satu sampai ada hasil uji struktur ITB, dan puslabfor kepolisian. Kenapa sebulan, karena Kosambi pusat oleh-oleh. Walaupun Lebaran mereka biasanya malah ramai. Yang lain pasar tradisional sepi. Ini ramai karena oleh-oleh,” ujarnya.

Himpunan para pedagang juga urun rembuk untuk mebangun atap TPPS menggunakan baja ringan. PD Pasar menjamin listrik untuk pedagang sudah siap sejak Sabtu kemarin agar aktifitas perdagangan bisa secepatnya bergulir kembali.

Setelah TPPS jadi, kata dia, pemeriksaan uji struktur beton terus diupayakan oleh ahli dari ITB. Apabila hasil uji struktur positif dan sebagian gedung boleh digunakan lagi, PD Pasar akan memindahkan sebagian pedagang yang berjualan di semi basemen ke lantai 1. Setelah dinyatakan aman, lantai semi basemen akan dibersihkan dari puing-puing. Akan tetapi, jika hasil kajian menetapkan hasil negatif pemanfaatan gedung terdampak kebakaran, penggunaan gedung tidak boleh dipaksakan karena berpotensi bahaya.

“Saya meminta kepada penguji supaya bisa dipercepat pemeriksaannya agar bisa segera memulihkan aktifitas niaga para pedagang dan pembeli langganan,” tutur Andri.***

Bagikan: