Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 30.2 ° C

Jawa Barat Siap Optimalisasi Layanan Kesehatan Mudik Lebaran 2019

Novianti Nurulliah
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Sektor kesehatan di Jawa Barat jelang mudik dan arus balik lebaran 2019 menyatakan kesiapannya untuk melayani para pemudik. Meski dalam beberapa hal masih ada kendala yang harus segera ditangani seperti masalah ketersediaan darah.

Namun selebihnya Dinas Kesehatan Jawa Barat, RSUP dr Hasan Sadikin, PMI, BPJS dan kepolisian siap mengoptimalkan pelayanan kesehatan guna melancarkan arus mudik maupun arus balik di Jabar tahun ini.

Selain itu, BPJS pun siap memberikan pelayanan tanpa rujukan selama musim mudik dan arus balik atau dari tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019. 

Hal itu mengemuka dalam jumpa pers yang digelar di RSUP dr Hasan Sadikin, Jalan Pasteur Kota Bandung, Jumat, 24 Mei 2019. Hadir Dirut RSHS dr R Nina Susana Dewi, Spesialis Kedokteran Fisik dan rehabilitasi RSHS dr. Ellyana Sungkar, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS dr. James Simajuntak, Kepala UTD PMI dr. Uke Muktimanah, Kepala Dokkes POLDA Jabar drg. Arios Bismark, dan Rita Kartika dari Dinas Kesehatan Jabar.

Dinas Kesehatan Jabar pun memastikan jumlah infrastruktur kesehatan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Sebanyak 315 Pos Kesehatan didirikan, PKM (pusat kesehatan masyarakat) 654, dokter sebanyak 1.123 orang, perawat sebanyak 4.769 orang, sopir dan tenaga kesehatan lain sebanyak 2.554 orang, ambulance 705 unit, Motor PSC (Public Safety Center) 17 unit.

Perwakilan dari Dinas Kesehatan Jabar Rita Kartika mengatakan, jumlah tersebut belum ideal mengingat wilayahnya merupakan tujuan dan jalur perlintasan pemudik dari kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Pada Lebaran 2018, tercatat 2,585 juta kendaraan yang melintasi Jawa Barat. "Sekarang diprediksi naik 10-20%," katanya. 

Oleh karena itu, dia memastikan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota agar turut serta mengerahkan petugas untuk pelayanan tersebut. Selain posko yang akan dibangun di jalur-jalur perlintasan, pihaknya pun membuka kontak darurat 119 yang tersebar di Bekasi, Karawang, Bandung, dan Sumedang.

"Dinkes juga membentuk tim pelayanan kesehatan untuk kemungkinan bencana, miras oplosan seperti di Cicalengka tahun lalu. Kemudian  mantau terus kesiapan obat-obatan dari dinas kesehatan dan kordinasi dengan polda, dishub untuk antisipasi kelelahan untuk pengemudi di PO Budiman salah satunya," ujar dia.

Dirut RSHS dr R Nina Susana Dewi.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

RSHS

Sejalan dengan Dinkes Jabar, RSHS pun siapkan pelayanan siaga lebaran. Hal itu merujuk pada tahun 2018 lalu di mana, tercatat jumlah kunjungan pada H-7 hingga H+7 Idulfitri rata-rata 116,37 pasien per hari dengan jumlah total 1.862 pasien. Tiga Diagnosa terbanyak secara berurutan adalah Trauma Kepala, Dispepsia, dan Hipertensi. 

"Untuk menunjang kebutuhan masyarakat, RSHS tetap memberikan pelayanan kesehatan saat libur Idulfitri. Untuk melayani pasien Rawat Jalan, RSHS membuka pelayanan Poliklinik Siaga bertempat di Gedung Anggrek pada 31 Mei, 3,4 dan 7 Juni 2019. Klinik yang tersedia di Poli siaga adalah Penyakit Dalam, Kesehatan Anak, Bedah Umum dan Obstetri dan Ginekologi," ujar Direktur Utama RSHS dr Nina Susana Dewi.

Nina mengatakan pihaknya membuka pendaftaran dimulai pukul 07.30 sampai dengan 12.00  dan pelayanan hingga pukul 14.00. Loket pendaftaran akan dibuka 6 loket untuk pasien JKN, Umum, Jamkesda serta kontraktor. 

Adapun pelayanan lain yang tetap beroperasional diantaranya IGD 24 jam, COT Emergency - Bedah Sentral untuk operasi CITO, Pelayanan Rawat Inap dan Intensif, Pelayanan Hemodialisa, serta pelayanan penunjang lainnya seperti radiologi, Laboratorium, CSSD, Binatu, Farmasi.

"Untuk pelayanan IGD, Rumah Sakit telah menetapkan siaga lebaran mulai H-7 s/d H+7. Beberapa hal yang telah disiapkan diantaranya jadwal petugas onsite dan oncall, kesiapan kemungkinan peningkatan kasus KLL serta kesiapsiagaan bila terjadi korban massal," kata dia.

Kepala Bidang Dokkes Polda Jabar Arios Bismark mengatakan, pihaknya sudah menyususn kegiatan untuk menopang kesehatan aparat kepolisian yang bertugas. Hal ini sangat penting agar anggotanya bisa bertugas optimal dalam mengamankan dan memperlancar arus mudik. Salah satunya dengan melakukan patroli kesehatan ke setiap pos polisi yang ada.qyj

Selain untuk melayani kepolisian, menurutnya tim kesehatan itu akan melayani pemudik dan masyarakat umum lainnya yang membutuhkan. "Tidak hanya anggota kami, tapi masyarakat juga," katanya.

Dia mengungkapkan adanya sejumlah titik-titik rawan. Sejumlah kawasan seperti Limbangan, Nagreg, ruas tol Cipali, dan Bogor-Ciawi-Sukabumi diprediksi memiliki potensi kecelakaan yang tinggi. "Makanya di masing-masing daerah itu ada pos-pos kesehatan," katanya.

Sementara itu, stok darah untuk wilayah Bandung Raya mengalami kekurangan jelang Lebaran 2019 ini. Saat ini, jumlah yang tersedia sekitar 4.000 labu. Padahal, kebutuhan darah untuk Bandung Raya mencapai 500-600 labu per hari.

Uke menuturkan, adapun salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan darah membuka pelayanan donor darah selama 24 jam hingga 15 Juni mendatang di kantor PMI di jalan Aceh Bandung. "Kami pun terus melakukan sosialisasi melalui media sosial  maupun media massa kepada masyarakat agar melakukan donor darah," ujar dia.***

Bagikan: