Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Dua BUMN Bersinergi untuk Pengembangan Energi Tenaga Angin

Novianti Nurulliah
ILUSTRASI Turbin Angin.*/CANVA
ILUSTRASI Turbin Angin.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- PT Indah Karya (Persero) dan PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) menjalin kerja sama dalam pengangkutan dan pengiriman Wind Energy Converter (WEC) dari  Port Emden, Jerman untuk pengembangan wind turbine (turbin angin) di Bondowoso, Jawa Timur.

Kedua direktur utama BUMN tersebut, yaitu Direktur utama PT.Indah Karya (Persero) Nel Adianto dan Moch. Yusuf Danadibrata Dirut PT.Varuna Tirta Prakasya (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman bersama (Mou) kerja sama tersebut di kantor PT Indah Karya (Persero) di Jalan Golf Raya 2A, Kota Bandung, Rabu, 22 Mei 2019.

Untuk diketahui, PT Indah Karya (Persero) saat ini tengah mengembangkan energi baru terbarukan melalui wind turbine sebagai salah satu bidang bisnis mereka. Mereka akan menggunakan wind turbine di salah satu pabrik milik mereka yaitu industri plywood di Bondowoso, sekaligus sebagai pilot project pengembangan wind turbine.

Nel mengatakan, kerjasama yang mereka jalin ini salah satu bentuk sinergi BUMN, di mana perusahaannnya saat ini tengah mengembangkan wind turbine yang akan direalisasikan tahun ini di Indonesia khususnya di Bondowoso, di kawasan industri PT Indah Karya (Persero). 

Pihaknya menggandeng PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) menjadi jasa pengangkutan pengiriman perangkat wind tubine dari Jerman. Pasalnya fisik wind turbine tersebut cukup besar dengan diameter propeller ± 60 meter sehingga memerlukan transportasi khusus.

"Kami produksi wind turbine kerja sama dengan Enercon di Jerman tapi dalam pengirimannya ke Indonesia tidak serta merta kami serahkan ke pihak asing melainkan kami gandeng BUMN dalam negeri sendiri. Bentuk kerjasamanya kemarin kita wujudkan karena di sana (Jerman) sudah mulai berproduksi sehingga September atau Oktober ini bisa mulai pengiriman, mudah-mudahan sesuai jadwal," ujar Nel di kantornya, Kamis, 23 Mei 2019.

Dikatakan Nel, durasi kerja sama yang mereka jalin dalam MoU tersebut selama satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan PT Varuna Tirta Prakasya  bisa mereka libatkan kembali dalam dua proyek wind turbine lainnya yang saat ini tengah PT Indah Karya (Persero) proses. Selain itu bisa jadi kerja sama dalam pengangkutan lainnya karena pihaknya tidak bergerak satu bidang bisnis saja.

"Selain Bondowoso kami berencana akan mengembangkan wind turbine di tempat lain yaitu di Banda Aceh dan kawasan wisata Mandalika, Lombok yang keduanya masih dalam proses penjajakan ( pra MoU ). Keduanya lagi proses dengan skala lebih besar karena kebutuhannya lebih besar," ucap dia.

Dirut PT.Varuna Tirta Prakasya (Persero) Moch. Yusuf Danadibrata  (kiri), bersama Direktur utama PT.Indah Karya (Persero) Nel Adianto (kedua kiri) melakukan penandatanganan kerja sama di Kantor Indah Karya, Jalan Golf Raya 2a, Kota Bandung, Rabu, 22 Mei 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

Menurut dia, proyek selanjutnya yaitu di Aceh maupun di Mandalika direncanakan direalisasikan pada tahun depan. Untuk di Aceh sendiri pihaknya sudah melakukan tahap riset selama satu tahun kebelakang dan di sana sudah sampai dengan pemasangan alat. Namun di sana alatnya bisa lebih dari satu karena kawasan industrinya cukup luas. 

Sementara di Mandalika sudah melakukan pra-MoU guna menyediakan tenaga listrik untuk kawasan wisata terpadu yang juga diproyeksikan untuk penyelengaraan MotoGP atau F1.

"Di sana butuh energi listrik sebesar 150 MW namun PLN hanya mampu menyediakan 50 MW. Maka dari itu ada saatnya moment yang tepat kami masuk di sana. Pra MoU sudah ada," ucap dia.

Lebih jauh, Nel menjelaskan bidang bisnis energi terbarukan yang baru mereka realisasikan mulai tahun ini, pihaknya hanya melakukan riset, mendesain kebutuhan, sistem dan lainnya. Setelah itu mereka mengirim data atau kebutuhan spesifikasinya ke Jerman untuk memproduksi sesuai dengan kebutuhan.

"Jadi bukan beli barang kan wind turbine bukan beli barang hanya prosesnya, berapa kekuatannya, setahun menghasilkan berapa, pola anginnya gimana, di mana tempatnya, itu kita lakukan desain rencana dan penelitian. Selanjutnya di Jerman produksi maka keluarlah ini (wind turbine) karena di Indonesia belum ada, setelah Jerman produksi langsung kirim," ucap dia.

Konten lokal

Adapun rencana jangka panjang PT Indah Karya (Persero) secara bertahap akan terus menambah konten lokal dalam wind turbine yang mereka kembangkan. Diakui dia saat ini konten lokal yang teraplikasikan baru 20 persen.

Pihaknya secara bertahap akan menjadikan konten lokal di wind turbine sebesar 70 persen agar Bangsa Indonesia bisa memproduksi, tidak sekedar membeli.

Ketika ditanyakan dengan teknologi turbin angin di PLTB Sidrap, Nel menegaskan turbin angin yang mereka kembangkan dengan yang di Sidrap itu berbeda generasi. Pihaknya mengembangkan kecepatan angin yang rendah namun bisa memutar turbin optimal.

Dia menambahkan, bisnis wind turbine di Indonesia cukup berpotensi besar terlebih di Selatan Jawa dengan angin yang cukup besar, namun sayangnya sudah bertahun-tahun potensi tersebut sia-sia dengan demikian pihaknya akan serius menggeluti bidang tersebut karena sudah saatnya energi terbarukan dimanfaatkan.

Terpisah, Erwin Satria Nugraha, Direktur PT.Varuna Tirta Prakasya (Persero) mengatakan, kerjasama ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan perusahaanya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Selain itu diharapkan kerja sama ini bisa membentuk sinergi sesama BUMN. 

"Kami pun berharap kerja sama ini naikkan brand kami karena dua tahun terakhir ini kinerja kami kurang baik sehingga dengan adanya kerja sama ini kami bisa tumbuh lebih cepat lagi dan bsia terbang kembali," tuturnya.

Dikatakan Erwin, setelah penekenan MoU tersebut pihaknya tinggal menyiapkan keperluan pengiriman dari pabrikan Jerman ke Bondowoso. Mereka akan mengirimkan perangkat wind turbine dalam beberapa segmen seperti pondasi terlebih dahulu karena harus dipasang di lokasi. 

"Pengiriman dari Jerman itu 40 hari ke Bondowoso, kita tingga mempersiapkan administrasinya. Ditergetkan Oktober sampai ke Bondowoso, mudah-mudahan semua lancar tepat waktu. Dan kami harapkan jadi reapet project," ujar dia.***

Bagikan: