Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Langit umumnya cerah, 20.7 ° C

Antisipasi Kecurangan, SPBU di Jalur Mudik Ditera Ulang

Cecep Wijaya Sari
PARA Petugas dari Disperindag KBB memeriksa SPBU di jalur mudik Padalarang beberapa waktu lalu. */ CECEP WIJAYA SARI/PR
PARA Petugas dari Disperindag KBB memeriksa SPBU di jalur mudik Padalarang beberapa waktu lalu. */ CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat memeriksa tujuh stasiun pengisian bahan bakar umum di jalur mudik. Hal ini untuk mengantisipasi kecurangan dalam penjualan BBM, seperti pengurangan takaran.

Kepala Seksi Kemetrologian dan Bina Usaha pada Disperindag KBB Suwandi mengungkapkan, ketujuh SPBU yang diperiksa, yaitu SPBU 3140501 Kota Baru Parahyangan, SPBU 3440523 Cipatat, SPBU 3440504 Cikalongwetan, SPBU 3440525 Cililin, SPBU 3440318 Parongpong, SPBU 3440308 Panorama Lembang, dan SPBU 3440321 Cibogo Lembang.

"Dari total 21 pompa ukur di 7 SPBU ini, hasilnya menunjukkan masih dalam angka plus minus 100 mililiter dari bejana uji 20 liter. Artinya, masih dalam batas kesalahan yang diizinkan atau ditoleransi," ujarnya, Rabu 22 Mei 2019, seraya menambahkan masih ada 3 SPBU lagi yang akan diperiksa di jalur mudik.

Menurut Suwandi, pemeriksaan SPBU di jalur mudik ini didasarkan pada Surat Edaran Direktorat  Meterologi Nomor 882 PKTN 4 Poin 4 2019 tertanggal 26 April 2019. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi kecurangan dalam pengukuran yang menyebabkan kerugian bagi konsumen.

Pemeriksaan tersebut mencakup tanggal berlaku tera ulang, kebenaran pengukuran dengan menggunakan bejana 20 liter, dan ketepatan takaran. "Dari sejumlah nosel yang diperiksa, itu kesalahannya sekitar 18-20 ml. Ini masih dalam batas toleransi," tuturnya.

Suwandi menegaskan, jika ada SPBU yang terbukti mengurangi takaran ataupun masa tera ulangnya sudah tidak berlaku, pihaknya akan memberi teguran kepada pengelola SPBU. Bahkan, SPBU tersebut bisa disegel sementara, sehingga tidak bisa dioperasikan.

"Ini perlu diperhatikan oleh para pengelola SPBU. Apalagi, saat arus mudik tentu banyak kendaraan yang masuk ke SPBU. Jangan sampai konsumen dirugikan," tuturnya.***

Bagikan: