Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Masalah Utang, Suami-Istri Dianiaya dan Dibunuh

Mochammad Iqbal Maulud
ILUSTRASI pembunuhan.*/DOK PR
ILUSTRASI pembunuhan.*/DOK PR

SOREANG, (PR).- Diduga dilatarbelakangi utang-piutang seorang pria tega lakukan pembunuhan dan penganiayaan kepada pasangan suami istri. Kejadian tersebut terjadi di Komplek Griya Bandung Indah, Blok H2, Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada Minggu 19 Mei 2019 sekira pukul 19.00 WIB.

Menurut keterangan salah seorang tetangga korban yaitu Dedi Rusli Pohan (47) saat kejadian, Dedi mengaku sedang melakukan isi ulang galon air mineral. Namun saat itu Dedi mendengar suara Allahu Akbar yang datang dari arah kediaman korban Feri.

Di tempat tersebut Dedi melihat ada orang yang diduga kuat sebagai pelaku keluar dari rumah korban sambil membawa senjata tajam.‎

"Pak Feri lalu menunjuk orang tersebut lalu bilang, Itu mau membunuh, namun saat saya mau mengejar dilarang Pak Feri, karena pelaku membawa senjata tajam," kata Dedi di lokasi.

Dedi pun lalu kembali menghampiri korban, dan meminta bantuan kepada warga lainnya. Korban pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut karena mengalami luka di sekujur tubuhnya. Feri di bawa ke rumah sakit Al Islam dengan diantar warga.

Kakak korban Feri, Agus Darmawan (38)‎ menyatakan setelah menjenguk adiknya di rumah sakit, adiknya memberi tahu bahwa pelaku adalah saudara Sandi. Setelah itu Agus datang kembali ke lokasi kejadian. Tujuannya adalah untuk melihat situasi di rumah tersebut, dan ternyata di bagian dapur melihat ceceran darah.

Setelah ceceran darah ini ditelusuri ternyata berhenti di tempat pakaian kotor ‎yang terdapat plastik di dalamnya. Karena curiga tempat pakaian kotor ini lalu dibuka oleh Agus dan ternyata ada adik iparnya yaitu Jihaan Noor Shofi (26) yang sudah meninggal dunia, terbungkus plastik.

Sehabis menemukan jenazah dari korban, maka saksi Agus pun melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Tak lama kemudian tim Inafis dari Polres Bandung ‎dan jajaran Satreskrim Polres Bandung dibantu Unit Reskrim Polsek Bojongsoang dan dari Polda Jabar tiba di lokasi.

‎Dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dikonfirmasi. Menurut Truno‎ korban meninggal adalah benar saudari, Jihan Noor Shoofi yang meninggal dunia akibat jeratan kawat di leher.

"Sementara setelah dibunuh, korban Jihaan dimasukan ke dalam plastik oleh pelaku. Sedangkan suami Jihan, yaitu Feri Fadli (33)‎ alami luka di sekujur tubuhnya akibat senjata tajam. Bahkan korban Feri berlumuran darah terutama di bagian muka dan badan," kata Truno.

Truno juga menyampaikan identitas pelaku sudah didapatkan atas ‎penyelidikan mendalam dari Satreskrim Polres Bandung dibantu Polsek Bojongsoang dan Polda Jabar. "Pelaku diduga kuat kesal karena masalah utang-piutang dengan korban," ucapnya.

Truno menyatakan keterangan yang kuat sudah didapatkan oleh teman pelaku yang bernama Kaceng. Menurut Kaceng, pelaku memang berencana ke rumah korban di GBI dengan tujuan untuk menagih utang, pelaku pamit sekira pukul 17.30 WIB pada hari Minggu 19 Mei 2019.

"Hanya saja motif membunuh secara pastinya belum kami dapatkan, hal ini dikarenakan korban Feri masih belum bisa mendapatkan kesadaran penuh akibat luka-lukanya. Ditambah masih trauma atas kejadian yang menimpa istrinya‎," ucapnya.

Sementara itu jenazah korban kini berada di rumah sakit Sartika Asih, di Jalan Moh Toha, Kota Bandung. Dari hasil autopsi tersebut diduga kuat korban meninggal akibat jeratan kawat di ‎bagian leher.

Oleh karena itu Truno berharap pelaku segera ditangkap, dan motif pembunuhan ini bisa segera diketahui. Karena ada dua pasal berbeda mengenai pembunuhan ini, yaitu pembunuhan biasa yaitu pasal 338 atau pembunuhan berencana yang lebih berat yaitu pasal 340 yang ancamannya bisa hukuman mati.‎ 

Bagikan: