Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Baligo Berisi Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi di Cimahi Diturunkan

Ririn Nur Febriani
PETUGAS gabungan dari Pemkot Cimahi pada Senin, 20 Mei 2019 menurunkan baligo berisi klaim kemenangan paslon capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dipasang di beberapa titik.*/RIRIN NF/PR
PETUGAS gabungan dari Pemkot Cimahi pada Senin, 20 Mei 2019 menurunkan baligo berisi klaim kemenangan paslon capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dipasang di beberapa titik.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Baligo dan spanduk klaim kemenangan pasangan calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno yang terpasang di beberapa titik di Kota Cimahi diturunkan petugas gabungan, Senin, 20 Mei 2019. Selain melanggar Perda K3 Kota Cimahi, pemasangan baliho tersebut dilarang karena dinilai dapat mengganggu kondusifitas masyarakat karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI secara resmi belum mengumumkan hasil pemilu 2019. 

Pelarangan itu tertera dalam Surat Edaran Bawaslu RI Nomor S-0904/K.Bawaslu/PM.00.00/4/2019 perihal Ketentuan Penetapan dan Deklarasi Hasil Pemilu. Diantaranya,  menyebutkan bahwa peserta Pemilu tidak melakukan pemasangan alat peraga yang mengandung materi kemenangan sebelum ditetapkan hasil Pemilu. Serta diatur dalam UU No. 7 Tahun 2017 dan PKPU No. 4 tentang Rekapitulasi dan Penetapan Pemilu.

"Aturan secara tegas melarang adanya spanduk atau deklarasi klaim kemenangan dari setiap peserta Pemilu 2019 dan simpatisan. Klaim kemenangan hanya boleh dilakukan setelah ada penetapan oleh KPU RI,” ujar Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kota Cimahi Dyar Ginanjar.

Petugas gabungan terdiri dari Bawaslu Kota Cimahi, Dinas Pol PP dan Damkar Kota Cimahi, serta kepilisian. Baliho itu terpasang di Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata Cihanjuang dan Jalan Encep Kartawiria, bertuliskan "Hatur Nuhun Warga Cimahi. Terimakasih Emak-Emak dan Para Relawan serta Partai Koalisi yang telah dengan sukarela bekerja keras mendukung Prabowo-Sandi" dengan mencantumkan persentase riahan suara capres 01 Joko Widodo-Màruf Amin 36,04 persen (120.813 suara) : Prabowo-Sandi 63,96 persen (214.452 suara). 

Juga terdapat spanduk ucapan kritik terhadap KPU bernada provokasi terpasang di RW 15 Kelurahan Cipageran Cimahi Utara. Bertuliskan, "Pemilu saja jujur dan adil? Kenapa hasil hitung cepat gak bisa jujur dan adil?" 

Pemasangan spanduk dan baligo, lanjut Dyar, baru diketahui terpasang pada Minggu, 19 Mei 2019 malam. "Kurang tahu siapa yang pasang karena malam hari. Tapi baligo dan spanduk tidak kami rusak, hanya diturunkan saja," ucapnya.

Dikatakannya, ucapan-ucapan dalam bentuk baliho maupun spanduk itu dikhawatirkan akan mengganggu suasana kondusif Pemilu di Kota Cimahi. Apalagi ada tulisan yang mengarah provokasi. "Khawatirnya nanti akan ada potensi gesekan, bisa memantik konflik di masyarakat," ujarnya.

Ditegaskan Dyar, ucapan ekpresi kemenangan untuk saat ini dilarang. Jika pemenang sudah diumumkan melalui pleno KPU RI, maka pendukung diperbolehkan berekspresi seperti ucapan dan deklarasi kemenangan.

"Pasca22 Mei boleh berekspresi, tapi tidak melanggar aturan di Kota Cimahi. Misalnya pemasangan alat peraga itu tidak melintang tidak di trotoar, tiang listrik. Silahkan koordinasi dengan Satpol PP," tegasnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi meminta semua peserta pemilu menahan diri untuk mengekspresikan hasil Pemilu 2019. "Bawaslu Kota Cimahi menghimbau semua masyarakat untuk menghormati proses real count yang tengah dilakukan KPU sampai 22 Mei 2019 untuk hasil resmi rekap nasional," katanya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Cimahi, Titi Ratna Kemala, menyatakan, sesuai aturan pihaknya menurunkan alat peraga yang melanggar. "Ada ketentuan bahwa sebelum pemenangan, dilarang mendekalarsikan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Titi, pemasangan baligo tersebut melanggar Perda K3 Kota Cimahi. "Dari sisi Satpol, keberadaan spanduk dan baligo itu mengganggu ketertiban umum karena terpasang pada trotoar dan saluran air," tuturnya.***

Bagikan: