Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Hilang Belasan Tahun, Tangis Bahagia Pecah Saat Umi Kulsum alias Aminah Shagar Bertemu Keluarganya

Handri Handriansyah
PEKERJA migran Indonesia asal Cianjur Umi Kulsum (Sebelumnya bernama Aminah Shagar) menangis terharu setelah dipertemukan dengan putranya, Dede Ridwan di ruang pasien RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Setelah melalui beberapa upaya pencarian, Umi Kulsum (Aminah Shagar) akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya./ADE MAMAD/PR
PEKERJA migran Indonesia asal Cianjur Umi Kulsum (Sebelumnya bernama Aminah Shagar) menangis terharu setelah dipertemukan dengan putranya, Dede Ridwan di ruang pasien RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Setelah melalui beberapa upaya pencarian, Umi Kulsum (Aminah Shagar) akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya./ADE MAMAD/PR

CUCURAN air mata dan jerit tangis tak kuasa ditahan Umi Kulsum (49) saat Dede Ridwan (24), Ucu Gozali (53), dan Sahidah (47) memasuki ruangan rumah sakit kelas 3 RSUD Al Ihsan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Tangisan Umi semakin menjadi-jadi ketika Dede mencium tangan dan memeluk dia yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu.

Kondisinya yang belum pulih seratus persen dari penyakit strok, membuat Umi masih belum bisa berkomunikasi secara lisan. Namun setidaknya tangisan itu menunjukan luapan kebahagiaan atas terobatinya kerinduan yang selama ini terpendam kepada keluarga. Betapa tidak, belasan tahun Umi memang tak bertemu dan bahkan berkomunikasi sedikitpun dengan keluarganya.

Menurut Dede, Umi adalah ibu kandungnya yang berangkat sebagai pekerja migran ke Arab Saudi sejak sang ayah meninggal dunia 15 tahun lalu atau ketika Dede masih berusia 9 tahun.

"Ibu sempat pulang ke tanah air dua tahun kemudian, tetapi berangkat lagi ke Arab Saudi untuk kedua kalinya," ucapnya.

PEKERJA migran Indonesia asal Cianjur Umi Kulsum (Sebelumnya bernama Aminah Shagar) menangis terharu setelah dipertemukan dengan sanak saudaranya di ruang pasien RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Setelah melalui beberapa upaya pencarian, Umi Kulsum (Aminah Shagar) akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya./ADE MAMAD/PR

Dede mengatakan, ia sempat tinggal bersama sang nenek dan tiga saudara sang ibu. Namun petaka datang ketika mereka kehilangan kontak dengan Umi sekira 2-3 tahun setelah keberangkatan keduanya itu.

"Sejak itu kami terus berusaha mencari kabar ibu dengan dibantu seorang kerabat yang juga bekerja di Arab Saudi. Dari kerabat itu, kami mendengar bahwa ibu sedang sakit sampai akhirnya dia juga kehilangan jejak ibu yang katanya sudah tak lagi berada di rumah majikannya," tutur Dede.

Meski demikian, Dede mengatakan sang nenek tak pernah menyerah mencari keberadaan Umi sampai akhirnya sakit dan meninggal dunia sekira dua tahun setelah kehilangan kontak. "Mungkin salah satu pemicu sakitnya nenek adalah kepikiran soal ibu terus," ucapnya.

Sepeninggal sang nenek, kata Dede, ia dan keluarga mulai kehilangan harapan dan menganggap Umi sudah meninggal dunia di Arab Saudi.

PEKERJA migran Indonesia asal Cianjur Umi Kulsum (Sebelumnya bernama Aminah Shagar) menangis terharu setelah dipertemukan dengan sanak saudaranya di ruang pasien RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Setelah melalui beberapa upaya pencarian, Umi Kulsum (Aminah Shagar) akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya./ADE MAMAD/PR

Dede yang putus sekolah sejak lulus SD kemudian memutuskan merantau ke Bogor bersama seorang kerabat sampai bekerja dan menikah di sana.

"Kebetulan saya sedang libur dan pulang ke Cianjur. Baru lima hari saya berada di kampung halaman saat kami kedatangan petugas Disnakertrans Jabar yang mengabarkan ibu masih hidup dan berada di Bandung. Perasaan senang saya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena tak pernah menyangka masih bisa bertemu ibu," kata Dede.

Hal serupa juga dirasakan Sahidah dan Ucu yang sudah sempat mengikhlaskan kepergian Umi meskipun masih memiliki keyakinan bahwa Umi mungkin saja masih hidup.

"Saat ibunya Umi meninggal dunia, kami bahkan sempat menggelar tahlilan sekalian untuk Umi," ucap Ucu yang merupakan paman Umi.

Umi adalah Aminah Shagar

Nama Umi Kulsum mungkin tak banyak dikenal masyarakat. Namun jika menyebut nama Aminah Shagar, pastilah teringat sosok pekerja migran yang sempat ditemukan di pinggir jalan Kota Jeddah, Arab Saudi dan kemudian dirawat di RS Al Shagar selama sekira empat tahun akibat strok.

Nama Aminah Shagar sebenarnya hanya nama yang diberikan RS Al Shagar karena saat ditemukan, ia tak memiliki identitas. Nama sebenarnya dari perempuan malang itu adalah Umi Kulsum.

Adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarasi Jawa Barat yang berinisiatif menjemput Umi setelah sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati Jakarta pada Oktober2018 lalu.

Tepatnya Jumat 10 Mei 2019, Umi akhirnya dirawat di RSUD Al Ihsan sambil menunggu para petugas Disnakertrans Jabar terus mencari keberadaan keluarganya tanpa kenal lelah.

PEKERJA migran Indonesia asal Cianjur Umi Kulsum (Sebelumnya bernama Aminah Shagar) menangis terharu setelah dipertemukan dengan sanak saudaranya di ruang pasien RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu 19 Mei 2019. Setelah melalui beberapa upaya pencarian, Umi Kulsum (Aminah Shagar) akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya./ADE MAMAD/PR

Meski hanya mengandalkan rekasi bahasa tubuh Umi setiap kali mendengar kata Cianjur, lebih dari sepekan para petugas Disnakertrans Jabar terus menelusuri setiap petunjuk di daerah yang terkenal sebagai penghasil tauco itu.

Gagal di Ciranjang, perjuangan atas nama kemanusiaan itu akhirnya berbuah manis di Kampung Ciburial, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu.

"Sebelumnya kami sempat mendapat petunjuk bahwa keluarga Umi berada di Kecamatan Ciranjang, tetapi setelah ditelusuri ternyata tidak ada. Namun dua hari yang lalu kami mendapatkan informasi ada keluarga yang kehilangan anggotanya yang berangkat ke Arab Saudi menjadi pekerja migran sekira 15 tahun lalu," kata Kepala Disnakertrans Jabar Mochamad Ade Afriandi yang terjun langsung mendatangi keluarga Aminah, Sabtu 18 Mei 2019 malam dan membawa mereka ke RSUD Al Ihsan, Minggu pagi.

Berangkat secara legal

Menurut Ade, Umi bisa dipastikan berangkat menjadi pekerja migran ke Arab Saudi secara legal. Soalnya, Umi ternyata diketahui sudah dua kali berangkat ke Arab Saudi lewat perusahaan penyalur tenaga kerja migran di Jakarta.

Meski demikian, Ade tetap menegaskan bahwa kasus yang menimpa Umi semakin memotivasi dinasnya untuk membuat sebuah sistem Migran Service Center.

Soalnya sistem tersebut akan dirancang untuk mencatat dan membuat basis data lengkap terkait pekerja migran sejak proses rekrutmen di daerah asal hingga kepulangan mereka.

Dengan begitu, Disnakertrans dan BNP2TKI bisa memantau keberadaan semua pekerja migran setiap waktu.

Ke depan diharapkan tak akan ada lagi pekerja migran yang harus terpisah dari keluarga mereka di tanah air karena kesulitan pulang dengan berbagai kendala termasuk sakit.***

Bagikan: