Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 23 ° C

Rider Tong Setan Beraksi Laksana Kesetanan

Anwar Effendi
RIDER Tong Setan beraksi menjalankan motor dengan kecepatan tinggi tanpa memegang kemudi, di salah satu wahana Pasar Malam Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2019 malam.*/ADE BAYU INDRA/PR
RIDER Tong Setan beraksi menjalankan motor dengan kecepatan tinggi tanpa memegang kemudi, di salah satu wahana Pasar Malam Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2019 malam.*/ADE BAYU INDRA/PR

MENDENGAR namanya saja sudah seram. Tong setan, begitulah, salah satu atraksi hiburan di pasar malam. Atraksi yang cukup ekstrem itu, masih menjadi daya tarik untuk penggemar hiburan otomotif. Rider yang tampil, mempertontonkan aksi-aksi selayaknya kesetanan.

Bukan sekadar berputar-putar dalam tong dalam kecepatan tinggi. Para rider kadang nekat, melaju dengan tidak memegang kemudi. Saat penonton berteriak histeris, seolah makin memacu adrenalin para rider.

Adalah Amoy (21) dan Eko (27), rider tong setan yang sudah biasa dengan deru mesin motor yang memekakan telinga. Dari waktu ke waktu, mereka mempertaruhkan nyawa dalam tong setan. Tanpa keterampilan yang luar biasa, bukan tidak mungkin mereka dengan cepat dikirim ke rumah sakit atau negatifnya liang lahat sudah menanti.

Namun, begitulah Amoy dan Eko menggantungkan hidup di sana. Tak menyalakan mesin motor sama artinya menghentikan kehidupan. Mereka menghadapi segala risiko, dengan aksi-aksi mautnya. Semakin gila mereka beraksi, semakin banyak pengunjung membeli tiket tontonan.

Layaknya penghibur, rider tong setan tidak melulu mengandalkan pemasukan dari pembelian tiket. Mereka kadang berharap ada penonton yang memberikan saweran. Jika penyanyi, harus membawakan lagu permintaan penonton, maka rider tong setan akan mengambil saweran, berjibaku dulu dengan aksi akrobatik.

Selama sorot lampu belum padam, maka para rider tong setan harus siap sedia. Mau tidak mau, sekejap mereka melupakan masalah keluarga dulu. Kehidupan mereka selalu membaur dalam hiruk pikuk pasar malam. Namun, kehidupan mereka sebenarnya lebih berarti ketimbang setan-setan jalanan.(Teks Anwar Effendi, foto Ade Bayu Indra/PR)***

Bagikan: