Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 24.8 ° C

Oknum Polisi Gelapkan Uang Dituntut 2 Tahun

Yedi Supriadi
ILUSTRASI penggelapan uang.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI penggelapan uang.*/DOK. KABAR BANTEN

BANDUNG, (PR) .- Thomas Gustafian Edi, seorang perwira polisi berpangkat AKP dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejari Bandung dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis 16 Mei 2019. Terdakwa dinyatakan melanggar pasal 372 KUHP tentang penggelapan. 

Jaksa Rika Fitrianirmala menyebutkan kasus yang menjerat terdakwa terjadi Mei 2017 berawal saat Effy Nursifayanti selaku Ketua Seksi Sosial Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Barat yang bertugas mengawasi jalannya sekolah TK, SD, SMP dan SMA Kemala Bhayangkari milik Yayasan Kemala Bhayangkari menerima tim dari Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Jawa Barat untuk melakukan audit Keuangan rutin di Yayasan tersebut. Terdakwa saat itu melakukan audit khusus verifikasi keuangan sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Tahun Ajaran 2016/ 2017. Dalam perjalannya terdakwa menemukan ada kejanggalan tentang pengelolaan keuangan di sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Jabar yang harus dibenahi lagi.

Karena belum selesai, terdakwa kemudian meminta perpanjangan pendampingan untuk verifikasi keuangan dan pembenahan keuangan di sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari sampai dengan bulan Agustus 2017. 

Menurut jaksa,  sejak 17 Juli 2017 dalam masa transisi pengelolaan keuangan Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Jabar, terdakwa membuat kebijakan sendiri yang berkaitan dengan masalah keuangan sekolah. Seperti adanya keharusan bendahara untuk menyetor uang pendaftaran dari siswa baru kepada Maulana Muhammad selaku ketua LPMS di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari.

Selanjutnya uang setoran tersebut harus disetorkan kembali kepada terdakwa  seolah-olah terdakwa adalah selaku Ketua Seksi Sosial Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Barat yang berwenang dan dapat mengeluarkan kebijakan tersebut, padahal terdakwa hanya sebagai perwakilan dari Tim Verifikasi yang diberi tugas untuk  dan pengelolaan keuangan sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari. 

Menurut jaksa,   uang untuk pembelian bangku sekolah SMP Yayasan Kemala Bhayangkari sebesar Rp 125 juta yang seharusnya dilaporkan kepada Seksi Sosial Yayasan Kemala Bhayangkari dan disetorkan kepada Bendahara Yayasan Kemala Bhayangkari Rima, tetapi oleh terdakwa justru uang setoran tersebut malah disimpannya sendiri, padahal terdakwa bukanlah selaku bendahara Yayasan Kemala Bhayangkari yang berhak menguasai atau menyimpan uang setoran PPDB TA 2017 tersebut. 
Menurut jaksa,  uang sebesar 125 juta itu belum juga dibelikan bangku padahal sekolah sangat membutuhkannya.  

Masalah terbongkar setelah adanya aduan dari orang tua murid ke Yayasan Kemala Bhayangkara. Kemudian Irwasda Polda Jabar turun sehingga diketahui uang tersebut digelapkan oleh terdakwa.  Akibat perbuatannya Yayasan Kemala Bhayangkara mengalami kerugian Rp 125 juta. 
Atas tuntutan tersebut terdakwa mengajukan pembelaan yang intinya meminta hukuman seringan ringannya.  Dan dalam pledoi tersebut terdakwa juga siap mengembalikan kerugian sebesar Rp 125juta.  Hakim pun akhirnya mengundur sidang Rabu pekan depan dengan agenda putusan.***

Bagikan: