Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.2 ° C

Fasilitas Terminal Leuwipanjang Akan Dibuat Sekelas Bandara Internasional

Muhammad Fikry Mauludy
ANTREAN bus memenuhi area Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, Kamis, 9 Mei 2019.  Pemkot Bandung berencana menyerahkan Terminal Leuwi Panjang kepada Kementrian Perhubungan untuk dibangun dan dikelola lebih efektif.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
ANTREAN bus memenuhi area Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, Kamis, 9 Mei 2019. Pemkot Bandung berencana menyerahkan Terminal Leuwi Panjang kepada Kementrian Perhubungan untuk dibangun dan dikelola lebih efektif.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 miliar untuk membangun Terminal Leuwipanjang. Terminal yang akan menjadi penghubung antarmoda Bandung Raya itu akan dibangun dengan fasilitas setara bandara internasional.

“Kalau yang kemarin saya dengar mah, pemerintah pusat (menyiapkan) dana kurang lebih Rp 500 miliar. Setara bandara internasional, fasilitas infrastrukturnya,” kata Yana, di Balai Kota Bandung, Kamis, 16 Mei 2019.

Sesuai aturan, terminal tipe A seperti Leuwipanjang telah diambil alih di bawah operasional Balai Pengelolaan Transportasi Darat, Wilayah 9 Jawa Barat, sebagai perwakilan Kementerian Perhubungan di Jawa Barat. Kemenhub mengatur lalu lintas bus Antar Kota Dalam Provinsi dan Antar Kota Antar Provinsi.

Meski begitu, Terminal Leuwipanjang akan diproyeksikan menjadi terminal penghubung ragam transportasi publik.

Kementerian Perhubungan menyiapkan lahan 3 hektare dari total 4 hektare untuk merevitalisasi Terminal Leuwipanjang. Sisa 1 hektare lahan masih digunakan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk fungsi kantor, pool bus Bandros, hingga lahan kendaraan pelanggar parkir hasil operasi derek dan angkut.

Penyusunan rancangan teknis (Detail Engineering Design/ DED) dikabarkan akan segera dimulai. “Katanya DED-nya tahun ini,” ujar Yana.

Terminal Leuwipanjang saat ini menjadi simpul penyedia moda transportasi bus antarkota, Trans Metro Bandung, hingga angkot. Ke depan, terminal ini akan dirancang sebagai simpul koneksi antarmoda transportasi di Kota Bandung, termasuk untuk kereta ringan (LRT) Bandung Raya penghubung 5 daerah.

LRT pertama Kota Bandung akan menghubungkan Stasiun Kereta Cepat Indonesia-Cina di Tegalluar, Kabupaten Bandung menuju Terminal Leuwipanjang, Bandung sepanjang 16 kilometer. Disusul LRT Bandung Raya yang menjadi koneksi utama wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Rute yang masuk kajian yakni menghubungkan stasiun LRT di kawasan Walini, Kabupaten Bandung Barat, melintasi pusat Kota Cimahi, hingga Terminal Leuwipanjang, Bandung. Dari Kabupaten Sumedang, jaringan LRT memanjang di atas jalur nasional di kawasan Universitas Padjadjaran Jatinangor, menuju Terminal Leuwipanjang.

Dari arah utara, LRT disambungkan mulai Maribaya, Kabupaten Bandung Barat, turun ke Jalan Dipatiukur, dan kembali bergabung di Terminal Leuwipanjang. Sementara koneksi Kabupaten Bandung terjalin mulai Pasar Soreang hingga Terminal Leuwipanjang.***

Bagikan: