Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

PAD Cimahi dari Retribusi Parkir Melonjak Jelang Lebaran

Ririn Nur Febriani

 

CIMAHI, (PR).- Peningkatan pengunjung di sejumlah tempat perbelanjaan menghadapi Hari Idul Fitri 1440 Hijriah bakal mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jasa retribusi parkir di Kota Cimahi. Namun, kantung parkir yang tersedia kerap tak mencukupi sehingga memicu kemacetan arus lalu lintas.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang mengatakan hal itu, Rabu, 15 Mei 2019. "Biasanya ada penambahan pencapaian PAD dari sektor parkir. Prediksi kenaikannya bisa sampai 50 persen," ujarnya.

Realisasi PAD dari jasa retribusi parkir tahun 2019 sudah mencapai Rp 253 juta dari target Rp 637 juta, setara 39,85 persen. Raihan itu didapat dari parkir kendaraan roda dua yang mencapai Rp 126 juta, roda empat/roda tiga, sedan dan sejenisnya Rp 23 juta dan angkutan barang jenis box dan pick up Rp 10 juta. "Allhamdulilah untuk PAD dari sektor parkir terus ada peningkatan," katanya.

Dikatakannya, peningkatan pendapatan dari jasa retribusi parkir itu merupakan hal wajar terjadi saat Ramadhan, khususnya menjelang lebaran. Terutama seperti ruas Gandawijaya, pasar tradisional, serta pasar modern. Sebab, aktifitas masyarakat meningkat apalagi di sekitar pusat perbelanjaan.

Namun, kantung parkir yang tersedia diakui tak sebanding dengan volume kendaraan. "Hal itu bisa memicu kemacetan," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan, pihaknya bakal menyediakan kantung parkir di beberapa pusat keramaian. Penempatan kantung parkir akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan nanti.

Ada beberapa tempat lokasi yang bakal dijadikan sebagai kantung parkir. Diantaranya parkiran Cimahi Mall (Cimall), Jalan Gandawijaya dan lahan milik Pussen Arhanud di Jalan Sriwijaya. Endang mengungkapkan, untuk menambah kantung parkir pihaknya bakal menggandeng pihak yang berwenang atas lahan parkir tersebut.  

"Kalau parkiran membludak seperti tahun sebelumnya, kita kerjasama dengan minta bantuan ke Pussen Arhanud untuk halamannya dimanfaatkan sebagai kantung parkir). Tapi itu situasional, lihat perkembangan nanti," jelasnya.

Dishub Kota Cimahi meminta partisipasi dan pengertian masyarakat, terutama pemilik kendaraan pribadi untuk dan tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Apalagi sampai mengganggu kelancara lalu lintas.

"Kantung parkir resmi sebetulnya sudah tersedia. Kalaupun tidak bisa menampung, ya jangan memaksakan dengan parkir sembarangan karena bisa memicu kemacetan," tandasnya.***

Bagikan: