Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.7 ° C

Masih Tinggi, Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional

Yulistyne Kasumaningrum
KEPALA Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Bismark bersama petugas dari BPOM tengah melakukan pengujian terhadap sejumlah sampel makanan jadi saat sidak, Rabu 15 Mei 2019.*/ YULISTINE KUSUMANINGRUM/ PR
KEPALA Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Bismark bersama petugas dari BPOM tengah melakukan pengujian terhadap sejumlah sampel makanan jadi saat sidak, Rabu 15 Mei 2019.*/ YULISTINE KUSUMANINGRUM/ PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar akan berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan Provinsi Jabar terkait masih tingginya harga bawang putih di pasar tradisional. Tercatat pada inspeksi mendadak yang dilakukan pada Rabu 15 Mei 2019 harga bawang putih dijual di kisaran Rp 45.000-50.000 per kilogram.

Padahal Kementerian Perdagangan telah menargetkan harga komoditas tersebut tidak akan melebihi dari Rp 35.000 per kilogram menyusul telah masuk dan digelontorkannya bawang putih impor ke berbagai daerah, termasuk Jabar.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Bismark mengatakan, dari hasil pantauan yang dilakukan secara umum bahan pangan dalam kondisi aman, dalam arti barang banyak, suplai lancar, dan distribusi juga tidak ada masalah. Sehingga, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebih atau panic buying.

Akan tetapi, dari kegiatan yang dilakukan tersebut, pihaknya menemukan bahwa harga bawang putih masih tinggi di kisaran Rp 45.000-50.000 per kilogram di pasar tradisional. Harga tersebut di atas ketentuan pemerintah yang mematok Rp 35.000 per kilogram. Sedangkan di ritel modern, harga komoditas tersebut seragam Rp 35.000 per kilogram.

Fakta tersebut diakui Bismark menjadi pertanyaan. Pasalnya, Kementrian Perdagangan telah menggelontorkan bawang putih dan melakukan sejumlah operasi pasar di Kota Bandung belum lama ini untuk menekan harga komoditas tersebut. Kementerian Perdagangan melepas bawang putih di harga Rp 25.000 per kilogram sehingga diharapkan harga komoditas tersebut di tingkat pengecer maksimal  Rp 35.000 per kilogram.

“Untuk bawang putih ini kita akan koordinasi dengan tim satgas pangan untuk ditelusuri siapa distributornya karena dari pengakuan para pedagang, mereka memperoleh komoditas tersebut sudah diharga Rp 40.000 per kilogram,” ujarnya usai sidak tim terpadu yang terdiri dari Disindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bea Cukai, dan Polda Jabar.

Selain itu, Bismark juga meminta masyarakat untuk semakin cerdas di dalam melakukan pembelian karena pemerintah telah menyediakan pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Lebih lanjut, pada sidak yang digelar, tim terpadu juga melakukan tes kepada sejumlah bahan makanan yang diperjualbelikan. Pada uji yang dilakukan terhadap pacar cina tidak ditemukan adanya kandungan kimia berbahaya sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan baso.

“Tapi tadi untuk mi basah hasilnya positif mengandung formalin,” katanya.

Asep, salah seorang pedagang, mengaku senang dengan proses pengujian yang tim terpadu tersebut. Alasannya, ia semakin yakin dengan kualitas dan keamanan dari bahan pangan yang ia jual karena selama ini ia hanya bergantung kepada pengakuan dari pemasok.***

 

Bagikan: